Khutbah Idul Adha 1437 H   Leave a comment

KHUTBAH IEDUL ADHA 1437 H

4 BEKAL MODAL KEHIDUPAN

Oleh : DR. H. Saproni M. Samin, Lc, M.Ed

الله أكبر الله أكبر الله أكبر الله أكبر 3x

اَلْحَمْدُ لِلّهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِيْنُهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ وَنَتُوْبُ إِلَيْهِ وَنَعُوْذُ بِاللهِ مِنْ شُرُوْرِ أَنْفُسِنَا وَسَيِّئَاتِ أَعْمَالِنَا مَنْ يَهْدِ اللهُ فَلاَ مُضِلَّ لَهُ وَمَنْ يُضْلِلْ فَلاَ هَادِيَ لَهُ. اَشْهَدُ اَنْ لاَ اِلهَ اِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ وَاَشْهَدُ اَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ وَالصَّلاَةُ وَالسَّلاَمُ عَلَى نَبِيِّنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى ءَالِهِ وَاَصْحَابِهِ وَمَنْ تَبِعَهُ اِلَى يَوْمِ الدِّيْنِ. اَمَّا بَعْدُ: فَيَاعِبَادَ اللهِ : اُوْصِيْكُمْ وَنَفْسِي بِتَقْوَ اللهِ وَطَاعَتِهِ لَعَلَّكُمْ تُفْلِحُوْنَ. قَالَ اللهُ تَعَالَى فِى الْقُرْآنِ الْكَرِيْمِ: يَااَيُّهَا الَّذِيْنَ اَمَنُوا اتَّقُوا اللهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلاَ تَمُوْتُنَّ اِلاَّ وَاَنْتُمْ مُسْلِمُوْنَ

Segala puji untuk Allah SWT yang telah memberi kesempatan kepada kita sekali lagi untuk menikmati ibadah shalat Idul Adha setelah kita berpuasa Arafah hari kemarin. Kenikmatan ibadah amat dirasakan oleh sekitar 3-4 juta umat Islam dari seluruh dunia yang tengah menyelesaikan tahap akhir ibadah haji di tanah suci. Kita doakan semoga jamaah haji kita meraih mabrur, sehat dan bisa kembali ke Tanah air masing-masing dengan warna keislaman yang menyeluruh dan memiliki semangat perjuangan menegakkan ajaran Islam setelah berada di tempat bersejarah dari tumbuh dan berkembangnya Islam.

Shalawat dan salam semoga selalu tercurah kepada Nabi kita Muhammad SAW beserta keluarga, sahabat dan para penerusnya hingga hari akhir nanti.

Takbir, tahlil dan tahmid kembali menggema di seluruh muka bumi ini sekaligus menyertai saudara-saudara kita yang datang menunaikan panggilan agung ke tanah suci guna menunaikan ibadah haji, rukun Islam yang kelima. Bersamaan dengan ibadah mereka di sana, di sini kitapun melaksanakan ibadah yang terkait dengan ibadah mereka, di sini kita melaksanakan ibadah yang terkait dengan ibadah haji yaitu puasa hari Arafah yang bersamaan dengan wuquf di Arafah, pemotongan hewan qurban setelah shalat idul Adha ini dan menggemakan takbir, tahlil dan tahmid selama hari tasyrik. Apa yang dilakukan itu maksudnya sama yaitu mendekatkan diri kepada Allah SWT.

Allahu Akbar 3x Walillahilhamdu.

Kaum Muslimin Yang Berbahagia.

bagian dari ajaran Islam adalah meneladani kehidupan manusia agung, Ibrahim dan keluarganya sebagaimana telah Allah nyatakan dalam Alquran :

ô‰s% ôMtR%x. öNä3s9 îouqó™é& ×puZ|¡ym þ’Îû zOŠÏdºt ö/Î) tûïÏ%©!$#ur ÿ¼çmyètB ……. ÇÍÈ

“ Sesungguhnya telah ada suri tauladan yang baik bagimu pada Ibrahim dan orang-orang yang bersama dengan dia “ (QS. Al Mumtahanah : 4)

Dalam kesempatan yang baik ini, khatib akan menyampaikan 4 hal dari sekian banyak keteladanan yang bisa dijadikan bekal untuk menapaki kehidupan sukses dunia akhirat.

Pertama, Membangun Keshalihan Individu

Sejauhmana pengenalan kita terhadap Allah?

Ingatkah kita saat Ibrahim hendak di lemparkan keatas api yang menyala-nyala, datanglah malaikat jibril menawarkan bantuan maka berkatalah ibrahim kepadanya: jika minta pertolongan kepadamu maka tidaklah perlu, namun jika minta tolong maka aku minta tolong kepada Allah.

حسبنا الله ونعم الوكيل

Cukuplah Allah bagi kami dan Ia adalah sebaik-baik pelindung

Dalam kehidupan kita, permasalahan demi permasalahan tidaklah bisa di hindari dan itu merupakan sunnatullah. Kadang seseorang di timpa sakit, kesulitan ekonomi, kesempitan, dan pelbagai permasalahan lainnya. Masalah itu bukanlah masalah, tapi yang menjadi masalah sebenarnya adalah apakah kita menghadirkan allah dalam kehidupan kita dan menjadikan ia satu-satunya sandaran kuat, atau apakah kita melupakan Allah dan yang ada dalam pikiran kita adalah materi atau makhluk Allah.

Misalnya, Disaat kita hendak memilih sesuatu, sudahkah kita meminta petunjuk Allah untuk memilihkan yang terbaik untuk kita ?

Disaat kita mempunyai hajat, sudahkah kita berdoa kepada Allah ?

Atau bahkan saat sakit, yang teringat adalah obat atau bahkan saat minum obat kita lupa untuk sebut nama Allah.

Kadang hal-hal kecil seperti itu kita lupakan, dan padahal itu bukanlah hal kecil, ia adalah hal besar yang bisa digunakan untuk mengukur sejauh mana kedekatan kita kepada Allah.

Seorang salaf tatkala melihat ada seseorang yang mengeluhkan kondisinya kepada orang lain maka ia berkata :

وَإِذَا شَكَوْتَ إِلَى ابْنِ آدَمَ إِنَّمَا … تَشْكُو الرَّحِيْمَ إِلَى الَّذِي لاَ يَرْحَمُ

Jika engkau mengeluhkan (kondisimu) kepada anak Adam maka sesungguhnya
Engkau sedang mengeluhkan Allah Yang Maha Penyayang kepada anak Adam yang bukan penyayang…

Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

لِيَسْأَلَ أَحَدُكُمْ رَبَّهُ حَاجَتَهُ كُلَّهَا حَتَّى يَسْأَلَهُ شِسْعَ نَعْلِهِ إِذَا انْقَطَعَ

"Hendaknya salah seorang dari kalian meminta kepada Robnya seluruh kebutuhannya (hajatnya) bahkan sampai untuk memperbaiki tali sandalnya jika terputus" (HR At-Thirmidzi)

Tidaklah ada jalan yang bisa menghantarkan manusia kepada hakekat kebaikan yang sebenarnya kecuali menapaki jalan agama, jalan yang lurus yang telah Ia anugerahkan kepada hamba-hambanya dalam lintasan ruang dan waktu, yaitu jalan orang-orang yang telah Allah beri nikmat, Jalan para Nabi, jalan para penyeru kebaikan, jalan para syuhada dan ia adalah jalan orang-orang shaleh. Siapapun manusia yang menapaki selain jalan agama sungguh ia tidak akan sampai pada tujuan dengan selamat dan bahkan ia telah memasuki jalan setan dan ketersesatan.

Allahu Akbar 3x Walillahilhamdu.

Kaum Muslimin Yang Berbahagia.

Yang kedua, Membangun Keshalehan Keluarga

Ingatkah kita saat Ibrahim mengumpulkan anaknya dan memastikan bahwa agama ini telah diwariskan kepada mereka dengan baik?

Allah Berfirman dalam QS. Al Baqoroh:

øŒÎ) tA$s% ¼ã&s! ÿ¼çmš/u‘ öNÎ=ó™r& ( tA$s% àMôJn=ó™r& Éb>t Ï9 tûüÏJn=»yèø9$# ÇÊÌÊÈ 4Óœ»urur !$pkÍ5 ÞO¿Ïdºt ö/Î) Ïm‹Ï^t/ Ü>qà)÷ètƒur ¢ÓÍ_t6»tƒ ¨bÎ) ©!$# 4’s"sÜô¹$# ãNä3s9 tûïÏe$!$# Ÿxsù £`è?qßJs? žwÎ) OçFRr&ur tbqßJÎ=ó¡•B ÇÊÌËÈ ÷Pr& öNçGYä. uä!#y‰pkà­ øŒÎ) uŽ|Øym z>qà)÷ètƒ ßNöqyJø9$# øŒÎ) tA$s% Ïm‹Ï^t7Ï9 $tB tbr߉ç7÷ès? .`ÏB “ω÷èt/ (#qä9$s% ߉ç7÷ètR y7yg»s9Î) tm»s9Î)ur y7ͬ!$t/#uä zO¿Ïdºt ö/Î) Ÿ@ŠÏè»yJó™Î)ur t,»ysó™Î)ur $Yg»s9Î) #Y‰Ïnºur ß`øtwUur ¼ã&s! tbqßJÎ=ó¡ãB ÇÊÌÌÈ

131. ketika Tuhannya berfirman kepadanya: "Tunduk patuhlah!" Ibrahim menjawab: "Aku tunduk patuh kepada Tuhan semesta alam".

132. dan Ibrahim telah Mewasiatkan Ucapan itu kepada anak-anaknya, demikian pula Ya’qub. (Ibrahim berkata): "Hai anak-anakku! Sesungguhnya Allah telah memilih agama ini bagimu, Maka janganlah kamu mati kecuali dalam memeluk agama Islam".

133. Adakah kamu hadir ketika Ya’qub kedatangan (tanda-tanda) maut, ketika ia berkata kepada anak-anaknya: "Apa yang kamu sembah sepeninggalku?" mereka menjawab: "Kami akan menyembah Tuhanmu dan Tuhan nenek moyangmu, Ibrahim, Ismail dan Ishaq, (yaitu) Tuhan yang Maha Esa dan Kami hanya tunduk patuh kepada-Nya".

Hal ini mengingatkan kepada kita bahwa ukuran kesuksesan itu adalah saat kita mampu mewariskan agama ini dengan benar kepada putra-putri kita, Tidak dengan kemapanan hidup duniawi meskipun hal itu bukanlah salah, yang tidak benar adalah saat keberhasilan dunia di jadikan sebagai satu-satunya ukuran dalam kesuksesan mendidik anak.

Cukuplah di katakan seorang berhasil dalam mendidik anak dan keturunannya jika ia meninggalkan mereka dan mereka kenal dengan tuhan mereka dan menyembahnya.

Dan cukuplah dikatakan belum berhasil dalam mendidik generasi disaat mereka berprestasi namun mereka lupa dengan Sang Pencipta.

Terlebih salahsatu masalah besar yang dihadapi bangsa kita adalah kenakalan remaja, pergaulan bebas, pornografi, narkoba dan sederet masalah sosial lainnya. Dan benteng pertahanan pertama adalah institusi keluarga.

Oleh karenanya keutuhan rumah tangga, keharmonisan keluarga, kerukunan suami istri Adalah kunci. Terlebih data BPS tahun 2015 menunjukan bahwa angka perceraian di negeri kita sangat tinggi, dari 2 jutaan pernikahan yang tercatat pada tahun 2014, sebanyak 16% adalah angka perceraian pada tahun yang sama. Dan angka perceraian di Indonesia terbilang tertinggi dari negara-negara islam lainnya semisal afganistan, pakistan, maroko, malaiysia dan arab saudi.

Dan dalam hal pendidikan institusi sekolah tidaklah bisa menggantikan tanggungjawab orangtua dalam mendidik anak dihadapan Allah SWT.

Allahu Akbar 3x Walillahilhamdu.

Kaum Muslimin Yang Berbahagia.

Yang ketiga, Bekerja Keras Tidak Kenal Putus Asa

Ingatkah kita saat siti hajar berlari-lari dari bukit shofa dan marwa mencari air untuk kelangsungan hidup ia dan putranya Ismail?

Pelajaran besar dari ini semua adalah kerja keras, dan karakter kerja keras dan keuletan dalam bekerja merupakan salah satu perintah Allah dalam surat Arra’du ayat 11:

žcÎ) ©!$# Ÿw çŽÉi tóム$tB BQöqs)Î/ 4Ó®Lym (#rçŽÉi tóム$tB öNÍkŦàÿRr’Î/ ………….3 ÇÊÊÈ

“ Sesungguhnya Allah tidak merobah Keadaan sesuatu kaum sehingga mereka merobah keadaan yang ada pada diri mereka sendiri”.

Dahulu umar bin khattab berkata :

وقال عمر بن الخطاب رضي الله عنه: «لا يقعدن أحدكم عن طلب الرزق وهو يقول: اللهم ارزقني، وقد علم أن السماء لا تمطر ذهبًا ولا فضة.

Janganlah salah seorang dari kalian duduk-duduk saja tidak mencari rezki, kemudian ia berdoa ya Allah berilah rezki, padahal ia tahu langit tidak menurunkan emas tidak pula perak.

لأن يأخذ أحدكم حبله فيأتي بحزمة حطب على ظهره فيبيعها فيكف الله بها وجهه من أن يسأل الناس أعطوه أو منعوه.

Sungguh seorang yang membawa tali, kemudian dia membawa seikat kayu di punggungnya dan menjualnya, sehingga dengan itu Allah menjaga dirinya, maka yang demikian itu lebih baik dari pada meminta-minta kepada orang lain, yang terkadang memberinya, terkadang menolaknya. (HR. Bukhori Muslim)

Begitupun dalam menjalankan amanah dan tugas, memerlukan kesungguhan dan kerja keras dalam merealisasikannya, Allah berfirman dalam QS. Al baqoroh : 124

* ÏŒÎ)ur #’n?tFö/$# zO¿Ïdºt ö/Î) ¼çmš/u‘ ;M»uKÎ=s3Î/ £`ßg£Js?r’sù ( tA$s% ’ÎoTÎ) y7è=Ïæ%y` Ĩ$¨Y=Ï9 $YB$tBÎ) ( tA$s% `ÏBur ÓÉL­ƒÍh‘èŒ ( tA$s% Ÿw ãA$uZtƒ “ωôgtã tûüÏJÎ=»©à9$# ÇÊËÍÈ

124. dan (ingatlah), ketika Ibrahim diuji Tuhannya dengan beberapa kalimat (tugas-tugas), lalu Ibrahim menunaikannya dengan baik. Allah berfirman: "Sesungguhnya aku akan menjadikanmu imam bagi seluruh manusia". Ibrahim berkata: "(Dan saya mohon juga) dari keturunanku". Allah berfirman: "Janji-Ku (ini) tidak mengenai orang yang zalim".

Dari ayat diatas bisa kita fahami bahwa syarat Allah kepemimpinan itu adalah kemampuannya dalam menjalankan tugas dengan baik dan benar, dan barang siapa tidak mampu melaksanakannya, maka sesungguhnya Allah akan mencabut amanah dari padanya.

Negeri kita adalah negeri pekerja keras dan pantang menyerah, para pendahulu kita telah berhasil membuktikan bahwa mereka adalah para pejuang ulung, saatnya kita membuktikan dengan izin Allah bahwa kita mampu mebangun negeri warisan ulama dan syuhada ini dengan baik.

Allahu Akbar 3x Walillahilhamdu.

Kaum Muslimin Yang Berbahagia.

Yang keempat, Berkorban Adalah Puncak Kebaikan

Ingatkah kita saat Allah perintahkan Ibrahim untuk menyembelih puteranya Ismail ?

Kecintaan dan ketaatan kepada Allah membutuhkan pengorbanan yang luar biasa berat, namun setelah itu ia akan menjumpai kebaikan yang tiada terhingga.

Kecintaan dan ketaatan memerlukan bukti, dan bukti itu adalah pengorbanan dengan sesuatu yang dicintai.

Begitupun kecintaan kita kepada agama menuntut kita memberikan yang terbaik dari waktu yang kita miliki, potensi yang kita punyai, kewenangan yang Allah anugrahkan kepada kita, sehingga kita termasuk barisan orang-orang yang menegakkan agama dan membelanya.

Begitupun kecintaan kita kepada keluarga kita, pada masyarakat kita, pada bangsa kita semuanya menuntut kita untuk memberikan yang terbaik kepada mereka.

Cukuplah kita menjadi pecundang, jika kita mengatakan cinta tapi kita tidak mau berkorban dengan sesuatu yang terbaik yang kita miliki.

Kaum Muslimin Yang Berbahagia.

Demikian khutbah Idul Adha kita pada hari ini, semoga menjadi poin-poin penting dalam upaya memperbaiki kualitas hidup kita masing-masing, baik sebagai pribadi, anggota keluarga maupun masyarakat dan bangsa. Akhirnya marilah kita sudahi ibadah shalat Id kita pagi ini dengan sama-sama berdoa:

اَللَّهُمَّ انْصُرْنَا فَاِنَّكَ خَيْرُ النَّاصِرِيْنَ وَافْتَحْ لَنَا فَاِنَّكَ خَيْرُ الْفَاتِحِيْنَ وَاغْفِرْ لَنَا فَاِنَّكَ خَيْرُ الْغَافِرِيْنَ وَارْحَمْنَا فَاِنَّكَ خَيْرُ الرَّاحِمِيْنَ وَارْزُقْنَا فَاِنَّكَ خَيْرُ الرَّازِقِيْنَ وَاهْدِنَا وَنَجِّنَا مِنَ الْقَوْمِ الظَّالِمِيْنَ وَالْكَافِرِيْنَ.

Ya Allah, tolonglah kami, sesungguhnya Engkau adalah sebaik-baik pemberi pertolongan. Menangkanlah kami, sesungguhnya Engkau adalah sebaik-baik pemberi kemenangan. Ampunilah kami, sesungguhnya Engkau adalah sebaik-baik pemberi pemberi ampun. Rahmatilah kami, sesungguhnya Engkau adalah sebaik-baik pemberi rahmat. Berilah kami rizki sesungguhnya Engkau adalah sebaik-baik pemberi rizki. Tunjukilah kami dan lindungilah kami dari kaum yang zhalim dan kafir.

اَللَّهُمَّ أَصْلِحْ لَنَا دِيْنَناَ الَّذِى هُوَ عِصْمَةُ أَمْرِنَا وَأَصْلِحْ لَنَا دُنْيَانَ الَّتِى فِيْهَا مَعَاشُنَا وَأَصْلِحْ لَنَا آخِرَتَنَا الَّتِى فِيْهَا مَعَادُنَا وَاجْعَلِ الْحَيَاةَ زِيَادَةً لَنَا فِى كُلِّ خَيْرٍ وَاجْعَلِ الْمَوْتَ رَاحَةً لَنَا مِنْ كُلِّ شرٍّ

Ya Allah, perbaikilah agama kami untuk kami, karena ia merupakan benteng bagi urusan kami. Perbaiki dunia kami untuk kami yang ia menjadi tempat hidup kami. Perbaikilah akhirat kami yang menjadi tempat kembali kami. Jadikanlah kehidupan ini sebagai tambahan bagi kami dalam setiap kebaikan dan jadikan kematian kami sebagai kebebasan bagi kami dari segala kejahatan.

اَللَّهُمَّ اقْسِمْ لَنَا مِنْ خَشْيَتِكَ مَاتَحُوْلُ بَيْنَنَا وَبَيْنَ مَعْصِيَتِكَ وَمِنْ طَاعَتِكَ مَا تُبَلِّغُنَابِهِ جَنَّتَكَ وَمِنَ الْيَقِيْنِ مَاتُهَوِّنُ بِهِ عَلَيْنَا مَصَائِبَ الدُّنْيَا. اَللَّهُمَّ مَتِّعْنَا بِأَسْمَاعِنَا وَأَبْصَارِنَا وَقُوَّتِنَا مَا أَحْيَيْتَنَا وَاجْعَلْهُ الْوَارِثَ مِنَّا وَاجْعَلْهُ ثَأْرَنَا عَلَى مَنْ عَاداَنَا وَلاَ تَجْعَلْ مُصِيْبَتَنَا فِى دِيْنِنَاوَلاَ تَجْعَلِ الدُّنْيَا أَكْبَرَ هَمِّنَا وَلاَ مَبْلَغَ عِلْمِنَا وَلاَ تُسَلِّطْ عَلَيْنَا مَنْ لاَ يَرْحَمُنَا

Ya Allah, anugerahkan kepada kami rasa takut kepada-Mu yang membatasi antara kami dengan perbuatan maksiat kepadamu dan berikan ketaatan kepada-Mu yang mengantarkan kami ke surga-Mu dan anugerahkan pula keyakinan yang akan menyebabkan ringan bagi kami segala musibah di dunia ini. Ya Allah, anugerahkan kepada kami kenikmatan melalui pendengaran, penglihatan dan kekuatan selama kami masih hidup dan jadikanlah ia warisan bagi kami. Dan jangan Engkau jadikan musibah atas kami dalam urusan agama kami dan janganlah Engkau jadikan dunia ini cita-cita kami terbesar dan puncak dari ilmu kami dan jangan jadikan berkuasa atas kami orang-orang yang tidak mengasihi kami.

اَللَّهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ وَالْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُؤْمِنَاتِ اَلأَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَالأَمْوَاتِ اِنَّكَ سَمِيْعٌ قَرِيْبٌ مُجِيْبُ الدَّعْوَاتِ.

Ya Allah, ampunilah dosa kaum muslimin dan muslimat, mukminin dan mukminat, baik yang masih hidup maupun yang telah meninggal dunia. Sesungguhnya Engkau Maha Mendengar, Dekat dan Mengabulkan doa.

اَللَّهُمَّ اجْعَلْهُمْ حَجًّا مَبْرُوْرًا وَسَعْيًا مَّشْكُوْرًا وَذَنْبًا مَغْفُوْرًا وَتِجَارَةً لَنْ تَبُوْرًا

Ya Allah, jadikanlah mereka (para jamaah haji) haji yang mabrur, sa’i yang diterima, dosa yang diampuni, perdagangan yang tidak akan mengalami kerugian

رَبَّنَا اَتِنَا فِى الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِى الأَخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ.

Ya Allah, anugerahkanlah kepada kami kehidupan yang baik di dunia, kehidupan yang baik di akhirat dan hindarkanlah kami dari azab neraka.

Posted September 10, 2016 by Saproni M Samin in syariah dan kehidupan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: