7 Etika Pengembangan Ilmu menurut DR.Yusuf Al Qaradhawi   Leave a comment

7 Taujih Syaikh Yusuf Al Qaradlawy
4 jam yang lalu

Ketua Persatuan ‘Ulama Muslim Internasional (Ittihadul ‘Alami li ‘Ulamail Muslimin), Syaikh Dr. Yusuf Al Qaradlawy pekan ini genap berusia 89 tahun (09 September 1926). Dalam usia yang panjang itu, khidmahnya untuk dakwah, ilmu, Islam, & kaum muslimin diakui oleh berbagai kalangan.

Semoga Allah menjaga beliau senantiasa dalam keberkahan; dipanjangkan usianya dalam ‘amal shalih, ditutup kelak di puncak segala kebaikan, pun ilmu & ‘amal yang ditebarnya moga tak henti mengalirkan pahala, dengan manfaat yang terus kita & anak-cucu kelak menuainya.

Tentu selain menuai pujian, beliau memiliki sikap-sikap & pendapat-pendapat yang tak selalu disetujui oleh para ‘ulama lain. Tentang ini beliau selalu terbuka & menyatakan, "Tidaklah tercela adanya berbagai perbedaan pandangan; selama mereka yang berselisih menghendaki kebenaran & mengharapkan kebaikan. Yang tercela adalah persengketaan hati & jiwa yang saling mendengki."

Khusus tentang tanggungjawab para ahli ilmu & pembelajar, bertahun lalu Syaikh pernah menyampaikan taujih yang amat berat. Inilah ketujuh hal tersebut:

1)

مَسْؤُوْلٌ عَنْ صِيَانَتِهِ وَحِفْظِهِ حَتَّى يَبْقَى

Seorang ‘Alim -& muta’allim- bertanggung jawab dalam memelihara & menjaga ilmu, agar ianya tetap ada & tak hilang ditelan masa.

2)

وَمَسْؤُوْلٌ عَنْ تَعْمِيْقِهِ وَتَحْقِيْقِهِ حَتَّى يَرْقَى

Seorang ‘Alim -& muta’allim- bertanggung jawab dalam hal memperdalam, menggali, meneliti, & meraih hakikat kebenarannya, agar kian meningkat & bertambah nilainya.

3)

وَمَسْؤُوْلٌ عَنِ الْعَمَلِ بِهِ حَتَّى يُثْمِرَ

Seorang ‘Alim -& muta’allim- bertanggung jawab dalam beramal dengannya, agar ilmu itu menghasilkan buah termanisnya.

4)

وَمَسْؤُوْلٌ عَنْ تَعْلِيْمِهِ لِمَنْ يَطْلُبُهُ حَتَّى يَزْكُوَ

Seorang ‘Alim -& muta’allim bertanggung jawab mengajarkannya pada penuntut ilmu, agar ilmu itu menjadi bersih & suci (terbayar zakatnya).

5)

وَمَسْؤُوْلٌ عَنْ بَثِّهِ وَنَشْرِهِ حَتَّى يَعُمَّ نَفْعُهُ

Seorang ‘Alim -& muta’allim- bertanggung jawab dalam menyebarkan & mensyiarkannya agar manfaat ilmu itu semakin luas merata.

6)

وَمَسْؤُوْلٌ عَنْ إِعْدَادِ مَنْ يَرِثُهُ وَيَحْمِلُهُ حَتَّى يَدُوْمَ اِتِّصَالُ حَلَقَاتِهِ

Seorang ‘Alim -& muta’allim bertanggung jawab menyiapkan pelanjut yang kan mewarisi & memikulnya agar mata rantai ilmu terus bersambung tanpa putus.

7)

وَقَبْلَ ذَلِكَ كُلِّهِ: مَسْؤُوْلٌ عَنْ إِخْلَاصِهِ فِيْ عِلْمِهِ للهِ حَتَّى يَقْبَلَهُ مِنْهُ

Dan sebelum itu semua, terutama sekali; ‘Alim -& muta’allim- bertanggung jawab untuk ikhlas dalam ilmunya kerana Allah semata, agar diterima olehNya sebagai pengabdian darinya.

[@salimafillah]

Posted September 12, 2015 by Saproni M Samin in syariah dan kehidupan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: