ODOJ DAN KEIKHLASAN   Leave a comment

Istiqamah With ODOJ Is My choise..

Oleh:Rochma Yulika

Berhentilah di Sini
Kawan….
Dakwah tak pernah lepas dari fitnah

Kebenaran tak pernah jauh dari permusuhan

Tabiat kebaikan tak pernah jauh dari cercaan

Tetaplah berhenti di sini kawan

Jangan dengarkan bisikan-bisikan yang mengajak kita menjauh dari majelis-majelis yang berisikan orang-orang yang beriman.

Teringat beberapa waktu yang lalu ketika hadirnya komunitas ODOJ sangat menjadi sorotan.
Animo masyarakat yang ingin bergabung dalam kebaikan sungguh memencengangkan.
Dan saat itu lahirnya ODOJ menjadi tranding topic yang menghadirkan banyak sekali pujian.

Namun, tak sedikit orang yang tiba-tiba menuliskan di berbagai sosial sosial media bahwa komunitas ODOJ adalah sesuatu yang bid’ah dan tak ada tuntunannya dalam agama kita.

Teringat beberapa waktu yang lalu ketika hadirnya komunitas ODOJ sangat menjadi sorotan.
Animo masyarakat yang ingin bergabung dalam kebaikan sungguh memencengangkan.
Dan saat itu lahirnya ODOJ menjadi tranding topic yang menghadirkan banyak sekali pujian.
Namun, tak sedikit orang yang tiba-tiba menuliskan di berbagai sosial sosial media bahwa komunitas ODOJ adalah sesuatu yang bid’ah dan tak ada tuntunannya dalam agama kita.

Tak seberapa lama muncullah Pro dan kontra tentang ODOJ sehingga banyak yang keluar meninggalkan aktivitas dan komunitas kebaikan. Ada pula yang menyatakan bahwa bergabung dengan ODOJ adalah hal yang riya’.

Kemudian teringat dalam sebuah tulisan seorang ulama besar’ beliau adalah Ibnul Jauzi.
Dalam bukunya yang berjudul Shaid Al Khatir: Nasihat Bijak Penyegar Iman".
Beliau menceritakan seperti apa tipu muslihat setan atas orang-orang beriman.

"Setan- dengan kejahatannya mengakar-mengetahui bahwa diriku telah diberi kemampuan menarik orang-orang yang dapat aku tarik.
Maka ia pun berusaha memalingkanku dari usahaku dalam mengembalikan orang banyak ke jalan Allah dengan berbagai muslihat yang telah dipolesnya.

Setan pun mencoba menipuku dengan menyuruhku meninggalkan majelis taklimku sambil mengatakan,’Majelismu tidak steril dari perbuatan riya’.

Maka aku langsung menjawab, ‘Menghias dan memoles kata adalah sebuah keutamaan’ bukan kehinaan, sedang menyampaikan sesuatu yang tidak diperbolehkan syariat kepada orang banyak adalah sesuatu yang aku jauhi, dan aku berlindung kepada Allah darinya".

Setan mengajak beliau untuk menjauhi majelis kebaikan menuju kezuhudan.
Menjauhi keramain, dan mencari keselamatan untuk dirinya sendiri.
Namun beliau menyadari apa yang telah disampaikan oleh setan itu hanya sebuah tipu daya yang menganjurkan kita meninggalkan forum-forum kebaikan dengan dalih riya’ dan semacamnya.

Dakwah mengajarkan pada kita untuk mengajak sebanyak mungkin orang-orang untuk menjadi lebih baik.
Dan hadirnya komunitas ODOJ ini bukan semata kita adalah kumpulan orang-orang yang shalih namun dengan forum ini kita ingin menjadi manusia-manusia yang lebih shalih serta istiqamah di jalan kebaikan.

Banyak sekali yang pelajaran serta hikmah ketika kita bergabung di komunitas ini.
Di sini kita belajar mengatur waktu, manajemen diri, bertanggung jawab, disiplin, saling mengerti, mencoba banyak berlapang dada dalam kesabaran.

Tak mudah memang berinteraksi dengan banyak orang dengan berbagai karakter. Di sini pula kita belajar untuk bisa saling memberi ruang. Tak hanya belajar untuk memerbaiki hubungan kita dengan langit, namun di sini pula kita bisa belajar memerbaiki hubungan kita dengan bumi. Bukan sekedar hablumminallah begitu juga hablumminnaas.

Berhentilah di sini kawan, kecewa itu biasa yang luar biasa adalah ketika kita mampu menghapus rasa kecewa dengan banyak berlapang dada. Sakit hati pun biasa selama kita masih punya iman sebagai kendali.
Dihujat pun biasa karena sepanjang sejarah orang-orang yang ingin menegakkan kebenaran tak lepas dari cacian dan makian.

Jika kita tak disibukkan dalam kebaikan, tunggulah sampai kemadlaratan akan menghampiri kita.

Sungguh teramat merugi mereka yang terpedaya oleh bujuk rayu setan hingga meninggalkan indahnya kebersamaan ini.
Mari kita belajar dari para generasi salafusshalih. Mereka memiliki kesabaran yang lebih panjang dari usianya.
Memiliki keikhlasan dalam beramal. Memiliki ketabahan seluas lautan. Dan memiliki keimanan sekokoh gunung yang tinggi menjulang.
Tetaplah di jalan ini, dalam indahnya persaudaraan.
Tak mungkin kita menegakkan kebenaran seorang diri. Sekeruh apa pun masalah yang kadang hadir jika yang kita kedepankan adalah keimanan, niscaya Allah akan melapangkan.

Allahu a’lam bisshawwab

Posted Mei 2, 2015 by Saproni M Samin in syariah dan kehidupan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: