Kita ini cuma remah-remah kapitalisme   Leave a comment

Bangun di pagi buta, bukan karena seruan menuju Tuhannya, melainkan terngiang gema panggilan tuan besarnya.

Terburu-buru kaki melangkah, demi hindari potong upah yg sudah mini.

Delapan hingga sepuluh jam berikutnya kita pasrahkan fikir, waktu, dan tenaga untuk menghamba pada pencapaian target, peningkatan produktivitas, dan perbaikan kinerja berkelanjutan

Pusaran rutinitas menyedot keceriaan wajah dan menghapus sungging senyum. Terpampang wajah kumal dan sorot mata layu.

Ketenangan digeser keresahan. Setiap hari merasa terancam masa depan suram. Semakin keras memerah keringat, semakin fatamorganalah kebahagiaan hidup.

Menikmati hasil kerja tak seberapa dgn seadanya. Upah hanya menghasilkan sedetik senyuman terpaksa, karena ia segera diambil paksa oleh reklame konsumerisme yg setiap saat memenuhi otak dgn kenikmatan dan keindahan semu.

Kehangatan pertemanan tergantikan sapa basa basi dan kepalsuan yg membaluti kompetisi memperbanyak harta, mempertinggi jabatan dan status sosial, serta memperbesar gengsi.

Dan malam hari adalah saat terlelap dengan segenap keletihan, keresahan, ketidakjelasan nasib, kekecewaan, dan penyesalan. Esok pagi telah menanti episode yg sama.

Akhir pekan hanya garasi tempat menambat sementara tubuh butut tergerogoti polusi udara dan junk food. Ah, rekreasi hanya sekadar pelarian sesaat sblm esok kembali jadi sapi perah.

Saat rambut memutih dan menipis, kulit keriput, dan tenaga melemah, hantu pensiun mulai membayangi.
Pudar kekuasaan semu dan hilang perlahan semua harta. Menjadi tua nan nelangsa.

Tiba kematian, harus sedia uang ini itu sebelum nisan ditancap. Bahkan sudah matipun tetap dibuntuti derita.

Tomy Saleh
Jakarta, 9/Nov/2013

Posted Januari 1, 2015 by Saproni M Samin in syariah dan kehidupan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: