Cara Menghilangkan Dengki   Leave a comment

Hal biasa bila kedengkian meresap ke dalam hati seorang mukmin. Tapi yang tidak biasa bila ia biarkan penyakit kotor yang hina dina itu menggerogoti dirinya, tanpa dilawan dan dibersihkan.

Rasulullah Saw mengatakan,

“إِيَّاكُمْ وَالْحَسَدَ، فَإِنَّ الْحَسَدَ يَأْكُلُ الْحَسَنَاتِ كَمَا تَأْكُلُ النَّارُ الْحَطَبَ”

Jauhilah oleh kalian kedengkian. Karena dengki itu akan memakan kebaikan sebagaimana api memakan kayu bakar. (Hr. Abu Daud)

Lalu, bagaimana caranya menghilangkan dengki di dalam hati?

Dengan melakukan amalan berikut ini, Allah Swt akan mencabut kedengkian yang ada di dalam hati kita, insya Allah.

1. Menyadari kembali bahwa seluruh nikmat, baik yang ada pada diri kita maupun yang ada pada diri orang lain bersumber dari Allah Swt. Allah Swt membagikan nikmat itu kepada hamba-Nya, sesuai dengan hikmah yang Dia ketahui dan kehendaki. Semuanya sudah ada aturan yang tidak boleh dicampuri oleh siapa pun.

Allah Swt berfirman di dalam surah az-Zukhruf ayat 32,

أَهُمْ يَقْسِمُونَ رَحْمَةَ رَبِّكَ نَحْنُ قَسَمْنَا بَيْنَهُمْ مَعِيشَتَهُمْ فِي الْحَيَاةِ الدُّنْيَا وَرَفَعْنَا بَعْضَهُمْ فَوْقَ بَعْضٍ دَرَجَاتٍ لِيَتَّخِذَ بَعْضُهُمْ بَعْضًا سُخْرِيًّا وَرَحْمَةُ رَبِّكَ خَيْرٌ مِمَّا يَجْمَعُونَ

Apakah mereka yang membagi-bagi rahmat Tuhanmu? Kami telah menentukan antara mereka penghidupan mereka dalam kehidupan dunia, dan Kami telah meninggikan sebagian mereka atas sebagian yang lain beberapa derajat. Agar sebagian mereka dapat mempergunakan sebagian yang lain. Dan rahmat Tuhanmu lebih baik dari apa yang mereka kumpulkan.

2. Membiasakan membaca do’a yang diajarkan Rasulullah Saw setiap pagi dan petang sambil meresapi maknanya.

اللهُمَّ مَا أَصْبَحَ (أمس) بِي مِنْ نِعْمَةٍ أَوْ بِأَحَدٍ مِنْ خَلْقِكَ، فَمِنْكَ وَحْدَكَ لَا شَرِيكَ لَكَ، فَلَكَ الْحَمْدُ وَلَكَ الشُّكْرُ

Ya Allah, segala kenikmatan yang berpagi/bersore hari (terjadi) bersamaku atau bersama salah seorang dari makhluk-Mu, adalah dari-Mu semata. Tiada sekutu bagi-Mu. Maka bagi-Mu segala puji dan bagi-Mu rasa syukur.

3. Mengakui sepenuh jiwa bahwa kedengkian yang bersarang di dalam hati adalah suatu penyakit bahaya yang akan membinasakan, baik di dunia maupun di akhirat. Dan ia harus dibasmi sehabis-habisnya dari perasaan.

Karena tidak mungkin penyakit itu bisa diobati bila orangnya sendiri tidak menyadari dan tidak mengakui kalau hal itu adalah penyakit. Bahkan yang lebih parahnya, bila pemilik penyakit kronis itu mencari-cari mubarrir (pembenaran) terhadap kedengkiannya kepada orang lain. Kalau demikian, tidak ada harapan dia akan sembuh, bahkan kedengkian itu akan tumbuh subur di dalam jiwanya.

4. Membaca dan merenungkan akibat-akibat yang diderita oleh para pendengki.

Betapa hinanya penyakit itu bila bersarang di hati. Penyakit yang membuat Iblis menjadi makhluk terkutuk, yang membuat Abu Jahal terhalang untuk mendapatkan hidayah dan para durjana tidak segan-segan menumpahkan darah orang lain.

5. Ini pengalaman pribadi, ketika penyakit ini pernah meresap ke hati penulis. Tapi alhamdulillah, diri ini cepat menyadarinya dan memeranginya sampai tuntas.

Hal yang kami lakukan, ketika ada perasaan dengki dalam hati, segeralah berwudhu’. Lanjutkan dengan shalat sunah mutlak dua raka’at. Setelah itu, berdo’a kepada Allah Swt.

Isi do’anya sebagaimana berikut:

Pertama sekali, adukan kepada Allah Swt bahwa hati ini tengah digerogoti perasaan dengki kepada saudara, si Fulan misalnya. Akui bahwa ini merupakan sifat tidak baik yang Engkau murkai. Tapi, tidak ada daya dan kekuatan untuk menghilangkannya tanpa bimbingan dan kekuatan dari-Mu. Oleh karena itu, cabutlah penyakit ini ya Allah.

Kedua, meminta kepada Allah Swt supaya Dia memberkahi, menambahkan dan melanggengkan nikmat kepada seseorang yang kita dengki kepadanya itu. Jangan sampai kedengkian kepadanya sampai merusak nikmat yang ada pada dirinya.

Ketiga, meminta kepada Allah Swt supaya diberi nikmat yang sama, bahkan lebih daripada yang diberikan Allah Swt kepada saudara tersebut.

Ternyata, cara ini sangat-sangat manjur dan sangat mendatangkan kebahagiaan. Betul saja, tidak lama setelah itu Allah Swt memberikan nikmat yang jauh lebih baik dari pada yang diberikan-Nya kepada saudara terebut. Dan juga, nikmat yang ada pada saudara tersebut tidak hilang sampai hari ini, bahkan bertambah.

Ya Allah, sucikan hati kami dari segala penyakit kotor sebelum kami meninggalkan dunia yang fana ini. Aamiin.

(Zulfi Akmal)

Posted Oktober 13, 2014 by Saproni M Samin in BUKU

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: