Langkah-Langkah Yang Membantu Untuk Istiqomah   Leave a comment

PKS PIYUNGAN ONLINE Sabtu, 16 Agustus 2014

Dr. Muzani Jalaluddin*
(Dosen Universitas Negeri Jakarta)

1. Tafakkur

Pemahaman yang utuh tentang tujuan hidup di atas muka bumi ini, mermbuat manusia mampu mempertahankan posisi dirinya untuk selalu beristiqomah. Allah ta’ala menjelaskan dalam firmanNya :“dan tidaklah saya ciptakan jin dan manusia melainkan agar mereka menyembah Ku”. Memahami tujuan hidup ini memerlukan senantiasa peningkatan dan pelestarian.

Dalam ajaran islam langkah pertama yang dapat membawa seseorang kepada keimanan yang haqiqi adalah bertafakkur. Dengan tafakkur manusia dapat kembali kepada jatidirinya yang sering terlupakan, yaitu manusia yang lemah. Rasulullah SAW bersabda:

تفكر ساعة خير من عبادة ألف سنة

“tafakkur walaupun satu jam itu lebih baik daripada ibadah selama 1000 tahun”. Olehkarenanya tafakkur sekaligus bentuk upaya pelestarian keimanan yang merupakan langkah untuk istiqomah.

Karena manfaatnya yang luar biasa itulah maka tafakkur mendapatkan posisi yang luar biasa pula bagi manusia untuk mengenali Tuhannya. Begitu juga dengan kisah nabi Ibrahim a.s yang dapat menuju ke tauhid yang sesungguhnya di tengah-tengah kaumnya yang jauh dari kebenaran dengan merenungi alam yang ada. Di dalam Al-Qur’an dikatakan : Dan Demikianlah kami perlihatkan kepada Ibrahim tanda-tanda keagungan (Kami yang terdapat) di langit dan bumi dan (Kami memperlihatkannya) agar dia termasuk orang yang yakin.

Sesuai dengan ayat ini jikalau kita benar-benar mendekati alam sekitar, maka manusia dapat mendapatkan fitrah makhluk sebagai ciptaan Tuhan yang lemah. Jadi agama bermaksud mengarahkan manusia untuk lebih menghidupkan insting fitroh kemanusiaannya dengan bertafakkur karena alam merupakan makhluk Tuhan yang paling lugu yang selalu menunjukkan kebenaran kepada siapapun dari berbagai jenis dan golongan manusia yang ingin membacanya dan alam memiliki rahasia yang tidak terkira. Buah yang berharga dari tafakkur ini adalah keikhlasan yang luar biasa bagi seorang hamba. Dan keikhlasan itu sendiri adalah tameng yang tidak akan pernah bisa ditembus oleh syetan. Hubungan tafakkur dengan pemahaman dan istiqomah dapat dilihat pada Gambar 1.

2. Keinginan yang kuat

Setelah manusia mengerti apa tujuan hidupnya di atas muka bumi ini maka selanjutnya adalah penancapan niat yang benar-benar kuat. Ini sesuai dengan takaran keikhlasan setiap orang, semakin tinggi keikhlasannya maka semakin tinggi pula kemauannya. Keinginan tersebut juga didukung oleh pengertian/pemahaman bahwa manusia itu punya kebutuhan pokok dalam hidupnya yaitu mengabdi kepada Allah. Maka kita harus memahami bahwa ibadah itu merupakan sebuah nikmat yang menjadi kebutuhan kita sehari-hari, bukan hanya sebuah beban.

3. Kesabaran dalam berusaha

Kesabaran adalah modal utama dalam segala macam perjuangan baik dlohir maupun batin. Kesabaran di sini adalah kesabaran dalam melakukan perintah Allah serta kesabaran dalam menjalani kenyataan jikalau memang selalu mengalami kegagalan untuk mencapai istiqomah tersebut. Kita tahu bahwa Allah tidak menyukai hamba-hambaNya yang berputus asa, Olehkarenanya Allah selalu membuka lebar pintu taubatNya. Allah ta’ala berfirman : dan jangan kamu berputus asa dari rahmat Allah. Sesungguhnya tiada berputus asa dari rahmat Allah, melainkan kaum yang kafir".

4. Intropeksi diri (muhasabah)

Dalam berbagai perjalanan hidup, kita seyogyanya untuk selalu intropeksi diri / membaca diri kenapa kita belum sampai kepada istiqomah ?. Selanjutnya kita harus mampu membenahi dan memenage diri lebih baik lagi. Kita harus sadar dan mengerti kelemahan dan dosa yang terus lakukan. Kita harus sadar bahwa setiap langkah yang ada di depan kita memiliki ujian tersendiri. Setiap langkah merupakan ujian yang harus kita hadapi. Maka kita harus mengerti titik rawan yang dapat membawa kita ke dalam kemaksiatan. Kita harus jeli terhadap lingkungan kita, kawan kita dan segala sesuatu yang berkaitan dengan kelemahan kita, karena sebenarnya kita sudah tahu segala sesuatu yang dapat membawa kita kepada kemaksiatan, tetapi memang perjuangan untuk melawan nafsu kita sendiri merupakan suatu hal yang tidak mudah. Di dalam pepatah arab dikatakan: أشد الجهاد جهاد الهوى فمن على هواه عقله فقد نجا

“Jihad/perang yang paling besar adalah perang melawan hawa nafsu, maka barangsiapa yang berhasil mengendalikan hawa nafsunya dengan akalnya maka ia telah sukses”

Dengan beberapa metode tadi memang kita secara sengaja diajak untuk menjadi orang-orang yang bertaqwa kepada Allah secara kaffah. Karena keistiqomahan merupakan symbol dari ketaqwaan yang sebenarnya.

Demikianlah beberapa pengertian tentang istiqomah serta bagaimana metode untuk menuju ke sana. Semoga bermanfaat ! Wallhu’alam.

Posted Agustus 15, 2014 by Saproni M Samin in BUKU

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: