Jumlah Ateis di Amerika Meningkat   Leave a comment

L
Oleh Gita Gisela

Internet ternyata memiliki sumbangsih bagi kepercayaan seseorang. Setidaknya hal tersebut dapat diketahui melalui penelitian yang dilakukan oleh Profesor Allen Downey dari Universitas Massachusetts.

Survei yang dilakukannya menyebutkan internet menjadi salah satu faktor kunci bagi warga Amerika menjauh dari agama. Faktor internet itu berbarengan dengan pendidikan di perguruan tinggi yang mendorong seorang individu terputus dari ajaran agama.

Allen Downey menambahkan, internet, pendidikan dan hilangnya kepercayaan pada agama memiliki hubungan yang berkaitan. Hal itu diungkapkannya dalam sebuah penelitian yang bertajuk "Hilangnya tingkat keberagamaan, pendidikan dan penggunaan internet."

Studi ini telah dirilis akhir April lalu. Selama dua dekade, tingkat hilangnya keberagamaan bagi warga Amerika melonjak cukup signifikan. Jika pada tahun 1990 warga yang atheis mencapai 8 persen, maka pada 2010 melonjak hingga 18 persen.

Ditemukan pula dalam survei di atas, prosentase pengguna internet melonjak dari nol hingga 80 persen pada periode yang sama. Kondisi ini berkaitan dengan hilangnya rasa keberagamaan sebagai sebuah tren sosial.

Menurut Profesor Downey, ada dua persen masyarakat yang kehilangan kepercayaan agamanya karena mengakses internet, dibandingkan dengan mereka yang tidak mengakses internet.

Begitu pula dengan jumlah atheis yang mengalami lonjakan tiga kali lipat. Jika pada tahun 1985 jumlah atheis "hanya" 8 persen, maka pada 2013 jumlahnya melonjak hingga 25 persen.

Angka tersebut tidak berbeda dengan survei lain yang dilakukan untuk mengidentifikasi agama warga Amerika. Masyarakat yang mengklaim "tidak beragama" jumlahnya meningkat dua kali lipat menjadi 15 persen selama 18 tahun terakhir.

Untuk perbandingan, survei yang dilakukan Perguruan Tinggi Trinity di Connecticut menyatakan jumlah atheis di Amerika mengalami lonjakan. Di wilayah lain, Carolina Selatan, jumlah warga yang tidak percaya agama telah meningkat tiga kali lipat.

Sejumlah kalangan pun mempercayai jika organisasi atheis tumbuh subur setelah era George W. Bush berakhir. Di era pemerintahannya, Bush merangkul kalangan agamawan sehingga mewarnai kebijakan politiknya.

Maraknya atheisme di Amerika ini juga tampak dari buku-buku yang bernapaskan ajaran anti Tuhan yang dijual di sejumlah toko buku.

Penyebab Hilangnya Kepercayaan Agama

Kalangan agamawan setuju dengan survei yang dilakukan akademisi di atas, sejumlah profesor justru menyalahkan adanya faktor-faktor yang menyebabkan masyarakat jadi anti agama.

Profesor O’Leary menyebutkan skandal pedofilia seksual di kalangan gereja menjadi salah satu faktor tersebut. Menurutnya faktor-faktor itu mempengaruhi "pasar" agama di Amerika. Sehingga masyarakat tidak begitu tertarik dengan apapun yang berbau agama.

Akses internet yang begitu mudah, membantu tumbuh suburnya sikap antipati masyarakat Amerika terhadap agama. Survei yang dilakukannya menunjukkan sikap anti agama ini bukan hanya terjadi di Katolik, melainkan hampir menjadi fenomena di semua agama.

Meski demikian, O’Learry menolak jika meningkatnya sikap anti agama berbarengan dengan meningkatnya atheisme di Amerika. Dikatakannya, Warga Amerika tidak kehilangan keimanan yang bersifat supranatural, mereka hanya tidak merasa perlu adanya organisasi atau institusi agama dalam kehidupan mereka. (islamonline/zen)

Posted Mei 6, 2014 by Saproni M Samin in BUKU

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: