Hukum Kerja di Bank – by @awyyyyy   Leave a comment

1. Sebenarnya aku telah mendapat pertanya an ini cukup lama juga dari cukup banyak sa habat, perihal bagaimana hukum bekerja di B ank…

2. Pertanyaan rumit yg tidak mudah terjawab sekaligus membutuhkan kehati2an menging at terjadinya banyak benturan2 dlm sistem

3. Sebelumnya, aku tetap tidak akan menjaw ab pertanyaan rumit itu secara fiqh, namun i ngin memberitahu sahabat bagaimana cara bersikap

4. Yg diambil oleh para ulama Ahli Syariah te rhadap persoalan kerja di bank ini. Di sampin g melihatnya dari sisi ilmu fiqh tahawwulat

5. Atau ilmu yg berbicara soal tanda masa. B ahwa Nabi pernah bersabda, akhir zaman na nti (dan masa itu adl sekarang ini) setiap ora ng…

6. …pasti akan makan riba, dan jika tidak ma kan riba maka dia pasti terkena debunya riba . Hadits ini shahih

7. Aku pribadi sampai saat ini belum pernah menemukan ulama yg menyatakan secara p asti kehalalan kerja di bank. Paling banter, syubhat

8. Hanya ada beberapa gelintir saja yg meny atakan "halal" itupun mengalami kritikan yg l uar biasa & jatuh kredibilitas keulamaannya

9. Sebab benar2 bertabrakan dg haram qoth’i (haram pasti) riba yg siapapun tahu bahwa b ank ya berputarnya di situ. Walau bank2 syar iah

10. Ulama yg benar2 wara’ dan tegas tak seg an2 menyatakan keharaman kerja di bank. N amun yg melihat dari sisi berbeda, menepi di syubhat

11. Syubhat sendiri adl sesuatu yg tak jelas h alal haramnya. Dlm keadaan ini, seluruh ula ma mengarahkan untuk menghindari hal yg syubhat

12. Tetapi, keadaan benar2 "ammal balwa", malapetaka riba ini telah umum & mau tak m au siapapun pasti melakukan transaksi dg bank

13. Yg aku dengar dari para ahli fiqh adl tauji h (pengarahan), jika seseorang tidak punya k erjaan kecuali kerja di bank, maka keadaann ya.

14. …adl darurat dan dia bisa bekerja di bank dg niat mencari kerjaan yg lain yg lebih jelas halal haramnya. Sbb nganggur tdk baik

15. Itupun sebagian dari mereka ada yg bilan g, aku tidak berani bicara soal hukum bank, y g pasti anak kami tdk kami nikahkan dg peke rja bank

16. Perihal kita yg bertransaksi dg bank, bag aimana cara bersikap dg bunga bank yg jela s2 haram itu? Diambil salah nggak diambil jg salah

17. Taujih (arahan) yg aku dengar adl tetap a mbil bunga itu hanya saja jangan dimanfaatk an (apalagi dimakan), tapi alokasikan untuk.

18. …kepentingan umum, semisal pembuata n jalan raya, jalan kampung, wc umum, pemb enahan2 fasilitas umum. Asal bukan tempat i badah

19. Atau sedekahkan bunga itu namun bukan pada orang yg kita kenal, berikan ke fakir mis kin daerah lain yg tidak kita kenal

20. Bagi yg terpaksa kerja di bank, atau yg tr ansaksinya selalu dg bank, untuk "membersi hkan" uangnya itu disarankan selalu rajin se dekah

21. Sebab banyak orang semisal mereka yg benar2 tdk tahu lagi mana hartanya yg halal mana yg haram mengingat syubhatnya bank yg luar biasa

22. Pada akhirnya, soal bank ini (apalagi gaji nya jg menggiurkan) kembali ke nurani masi ng2. Saran para ulama sebaiknya cari kerja y g lain

23. Jika memang tidak ada lagi kecuali hany a pintu bank ini, ya bagaimana lagi. Sebab m enganggur sama sekali tidak baik dari kaca mata agama

24. Dg niat, sambil terus berusaha cari kerja yg lain & jika udah dapat,nanti segera keluar dari bank. Tentu ini bagi yg mengikut arahan ini

25. Bagi yg tidak mau repot, setidaknya tahu yg pasti seperti itulah pandangan syariat & h ampir 99% ulama syariah soal bank

26. Dan… Istafti qolbak… Tanyakan pada hati mu sendiri… Moga menambah ilmu & moga mencerahkan. Salam

Posted Maret 13, 2014 by Saproni M Samin in BUKU

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: