BERSYARIAH DENGAN CINTA (bag. 1)   Leave a comment

Oleh : Dr.Saproni M Samin
Ada beberapa tipe orang memahami syariat Islam. Sebagian mereka memahami bahwa Islam adalah merupakan beban dan tugas yang Allah bebankan kepada umat Islam untuk menjalankannya. Tidak ada yang salah dengan pemahaman ini, jika hal ini di fahami oleh orang yang mendedikasikan diri untuk menjadi penolong agama Allah dan telah menerima dengan kesadaran dan penuh cinta. Mereka itulah para pendakwah Allah SWT. Namun jika kemudian cara pandang bahwa ajaran Islam adalah ajaran yang juga harus di laksankan oleh semua umat Islam, maka kita perlu sejenak mendefinisikan ulang tetang hal ini. Karena pemahaman islam seperti ini akan membawa dampak pada implementasinya.
Sebelum kita melanjutkan pembahasan diatas, kita bagi manusia kedalam dua klasifikasi, kaitannya dengan cara memahami syariat Islam ;
Para pendakwah
Masyarakat yang menjadi obyek dakwah.
Bagi masyarakat yang menjadi obyek dakwah, Islam haruslah di tampilkan dalam bentuk yang bisa di terima oleh akal dan perasaan mereka ;
Islam menjadi sebuah harapan
Islam menjadi suatu semangat dalam hidup
Islam adalah kasih sayang
Islam bukanlah suatu beban yang memberatkan
Islam adalah jalan petunjuk
Islam adalah rahmat Allah untuk hambaNya.
Suatu yang menjadi tidak tepat jika Islam di tampilkan dalam bentuk yang kurang bersahabat, bahkan suatu beban. Jikalah Islam bukan suatu agama yang harus di paksakan kepada non muslim, apakah kita akan berlaku keras dan tegas kepada orang yang sudah mengikrarkan dua kalimah syahadat? Tentu jawabannya tidak. Yang seorang dai perlukan adalah akhlak Rosulullah dalam memperlakukan ummatnya . keteladanan ini di gambarkan dengan sangat jelas dalam surat Attaubah ayat 128.
(((((( (((((((((( ((((((( ((((( ((((((((((( ((((((( (((((((( ((( (((((((( ((((((( ((((((((( ((((((((((((((((( ((((((( ((((((( (((((
“Sungguh telah datang kepadamu seorang Rasul dari kaummu sendiri, berat terasa olehnya penderitaanmu, sangat menginginkan (keimanan dan keselamatan) bagimu, Amat belas kasihan lagi Penyayang terhadap orang-orang mukmin”.
Pemahaman bahwa Islam adalah sebentuk beban dari Allah, maka tabiat manusia enggan untuk membawa beban jika tidak di landasi dengan cinta. Pemahaman ini berimplikasi pada pembumian islam dalam kehidupan, menuntut semua orang harus melaksanakan tugas itu dengan sempurna.
Pemahaman ini juga, menjadikan pendakwaknya, tidak bisa mentolerir perbedaan pendapat dan pandangan yang tidak sejalan dengan mereka.
Pemahaman ini juga menjadikan pendakwaknya terjebak untuk menjadi seolah hakim yang bertugas memutuskan bersalah atau tidaknya seseorang, sesuai atau tidaknya seseorang dengan aturan-aturan Allah.
Pemahaman ini juga menjadikan pendakwahnya berubah menjadi tegas sekaligus tegang. Bahkan kadangkala menjadikan mereka kehilangan salah satu sunnah nabi, yang dengannya dunia yang gelap berubah menjadi terang, kesedihan berubah menjadi kebahagiaan, kondisi suntuk berubah menjadi bergairah dan bersemangat. Ketahuilah bahwa itu adalah senyum. Ya.. senyum yang Rosulullah katakan bahwa ia adalah saebentuk sedekah. Bahkan ia merupakan bumbu kehidupan yang menjadikan segalanya berubah menjadi keindahan yang selalu mempesona. Dan ia adalah mutiara yang tidak boleh di abaikan dan remehkan.
Pemahaman ini menjadikan pendakwahnya laksana satu-satunya orang yang berlaku membawa Islam. Bersambung…………..

Sent from Samsung tablet

Posted April 18, 2013 by Saproni M Samin in BUKU

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: