Jangan Remehkan Kekuatan “Cinta”   Leave a comment

Jangan pernah meremehkan cinta, karena dia adalah energi yang memberi kekuatan pemiliknya melakukan apapun untuk sesuatu yang dicintai. Bagi seorang muslim cinta tertinggi adalah cinta kepada Allah SWT dan Rasul-Nya, melebihi segala cinta yang ada. Cinta ini juga yang akan mengantarkan kita ke jalan menuju ke kesalamatan hakiki.

Dalam kitab “Raudhah Al Mahbub min Kalaam muharrik Al Quluub”, Ibnul Qayyim Al-Jauziyah mengatakan : “Cinta ibarat pohon yang tumbuh di hati. Tonggaknya adalah menghinakan diri di hadapan yang dicintai, batangnya adalah ma’rifat kepada-Nya, sedangkan dahannya adalah rasa takut, daunnya adalah rasa malu, buahnya adalah taat, air yang menyburkannya adalah dzikir kepada-Nya, maka tatkala cinta kehilangan salah satu di antara hal-hal tersebut, hilanglah sifat kesempurnaannya.

Cinta kepada Allah dan Rasul-Nya menjadi keniscayaan setiap orang yang beriman. Akan tetapi masalahnya tidak berhenti disini. Ini semacam hulu dari bangunan cinta yang besar yang harus dibangun secara sempurna oleh kita, hilirnya adalah keseluruhan konsekuensi dari cinta ini. Hal ini karena pengejawantahan nilai-nilai keimanan dalam keseharian kita harus pula didasari oleh kekuatan cinta ini.

“Katakanlah : ‘Jika kamu benar-benar mencintai ALLAH, ikutilah aku, niscaya ALLAH mengasihi dan mengampuni dosa-dosamu.’ ALLAH Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.” (QS Ali Imran : 3). Ittiba’ kepada Rasul-Nya, ibarat sebuah puzzle berikutnya yang harus ada sebagai bukti cinta yang sempurna. Berikutnya coba kita simak hadits berikut, “Tidak beriman salah seorang dari kalian sehingga aku lebih dicintai daripada orang tuanya, anaknya dan seluruh manusia.” (HR Bukhari dan Muslim). Ini pondasinya, dan untuk kesempurnaan bangunan cinta kita, harus terefleksi dari keseluruhan aspek kehidupan kita, dalam syumuliyatul islam kita.

Cinta seperti perekat dan sekaligus kekuatan. Sebagai perekat karena akan mengikat antar bagian-bagian secara kuat dan sebagai kekuatan karena bersatunya bagian-bagian itu menjadikan bagian-bagian yang sebelumnya lemah jika sendiri-sendiri, akan menjadi sangat kuat dengan adanya cinta. Ingat, serigala akan menyerang domba yang sendiri atau terpisah dari rombongan besar.

Maka tidak heran jika ungkapan cinta ini selalu diucapkan pertama kali oleh Presiden PKS, Ustadz Anis Matta dalam setiap kesempatan orasinya. Ungkapan ini ibarat pembuka kunci hati-hati yang terikat karena cinta. Maka kita akan tahu apa yang akan terjadi jika hati sudah terbuka lebar untuk menerima ungkapan-ungkapan yang dipenuhi rasa cinta ini. Hati yang seperti inilah yang akan membuat pemiliknya mudah untuk menangis, terharu, mudah untuk menggemakan takbir atas nama keagungan Allah SWT, mudah untuk digerakkan dan menjadi sebuah kekuatan yang tidak ada siapapun yang bisa menghentikannya. Benar-benar seperti membangunkan macan tidur. Semua itu karena cinta.

Ungkapan cinta Anis Matta, bukan ada sejak dan hanya karena ditetapkannya LHI menjadi tersangka, tapi ini ibarat buah yang bisa dipetik kapan saja. Proses menanam dan memeliharanya sudah dilakukan bertahun-tahun sebelumnya, sebelum PKS ada, bahkan jauh sebelum bermimpi akan memiliki wasilah da’wah dalam bentuk partai ini. Karena inilah mengapa para kader PKS akan tetap mencintai siapapun yang mencintai jalan da’wah lillah ini. Karena ini pula lah mengapa para kader PKS akan tetap mencintai ustadz Luthfi Hasan Ishaq, karena keyakinan atas ikatan cinta yang mulia ini, cinta karena Allah SWT. Tidak ada penjelasan lain kepada mereka yang mempertanyakan mengapa betapa solidnya PKS dalam kaitannya dengan ini, kecuali karena sesuatu yang ada dalam hati, yang dirasakan, jauh dari nalar-nalar logika yang dangkal.

Hati-hati yang terikat sangat kuat ini semakin lama, atas izin Allah SWT, pasti akan semakin kuat dan semakin banyak jumlahnya. Karena keyakinan kepada satu hal : kita akan beserta orang yang kita cintai !

Salah satu do’a yang sering dipanjatkan Rasulullah SAW adalah, “Ya Allah, berilah aku cinta-Mu, cintanya orang yang mencintai-Mu, dan cintanya orang yang mendekatkanku pada cinta-Mu. Jadikan cinta kepada-Mu lebih aku cintai daripada air yang sejuk”.

Tatkala seorang bertanya kepada Rasulullah SAW tentang hari kiamat, beliau menjawab dengan sebuah pertanyaan, ‘Apa yang sudah engkau persiapkan untuknya?’ Orang itu menjawab, ‘Tidak ada lain kecuali bahwa saya mencintai ALLAH dan Rasul-Nya.’ Rasulullah bersabda : ‘Engkau beserta orang yang engkau cintai. ” (HR Bukhari Muslim)

Wallahu a’lam bishshowab.

..:: abuinas
Sent from Samsung tablet

Posted April 3, 2013 by Saproni M Samin in BUKU

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: