“Seni Kemenangan”   Leave a comment

Satrio Pinandhito

MERDEKA ATAU MATI. Penulis tak tahu siapa sebenarnya yang membuat slogan yang dahsyat itu. Setahu penulis, slogan itu terdapat dalam rekaman pidato Bung Tomo pada peristiwa Hari Pahlawan di Surabaya, rekaman aslinya pun masih tersimpan di Museum Pahlawan di Surabaya. Sebuah slogan yang hanya bisa muncul dari jiwa-jiwa pahlawan.

BERDIKARI. TAKARI. Itu adalah slogan-slogan Bung Karno pada Tahun 60-an. Berdikari, Berdiri di kaki sendiri, membangkitkan semangat kemandirian bangsa dan nasionalisme. Maka banyak anak-anak yg lahir pada dekade itu diberi nama Takari, Takariawan.

GANYANG MALAYSIA! Itulah jargon Bung Karno tahun 1962, sebagai jawaban atas diinjaknya lambang Garuda Pancasila oleh Malaysia, dan… masyarakat Indonesia pun bangkit rasa patriotismenya.

Ya.. Bung Karno adalah singa podium, narator ulung. Bagi saya, Bung Karno adalah seniman/artist (artist: art=seni, ist=pelakunya). Dari penampilanya, intonasi suaranya, mimik mukanya..Yang luar biasa adalah pemilihan dan pembuatan jargon-jargon yang dipakainya. Benar-benar menginspirasi, memprovokasi.

Pak Harto, walaupun dikenal bertangan dingin, beliau juga seorang yang nyeni. Lihatlah nama-nama gedung negara, lihatlah nama-nama penghargaan… Satya Lencana, dll. Semua dibumbui dengan seni jawa sehingga melengkapi kesakralan beliau sebagai “Raja”, sehingga turunya beliaupun dinamai “Lengser Keprabon”.

SBY. Perhatikanlah mimik mukanya, gerak tanganya, intonasi pidatonya. Anda akan paham bahwa SBY adalah seorang seniman.

Ya, memang manusia khususnya manusia Indonesia, dalam gen-nya ada kromosom seni yang terus terwariskan. Maka Indonseia pun dikenal dunia sebagai negara yang eksotis. Bangunanya, borobudur, rumah minang, rumah toraja. Pakaianya yg beraneka rupa dari sabang sampai merauke. Gamelan yg lebih tua dari orkestra eropa. Wayang kulit yg mempesona.

Setiap bayi Indonesia yang lahir, dalam darahnya sudah mengalir darah seni. Orang barat perlu kuliah S1 tuk bisa menjadi tukang bangunan, tuk menerjemahkan gambar arsitek menjadi sebuah bangunan. Berilah seorang tukang bangunan yang tidak lulus SD dari Piyungan sebuah gambar arsitek rumah, maka dia bisa wujudkan rumah itu persis seperti gambar arsitek. Maka tak heran, tukang bangunan Indonesia menjadi TKI yang sangat laris, karena sangat murah dan hasil kerjanya TOP. Menara petronas itu dibangun oleh tukang-tukang Indonesia. Mereka mewarisi gen nenek moyang mereka yg membangun Borobudur dan Prambanan, mewarisi darah nenek moyang kita para pelaut yang membangun kapal pinisi.

Itulah Indonesia, semua rakyatnya adalah seniman (artist) dan sekaligus pecinta seni. Maka jangan heran ketika banyak mereka yg memilih seniman daripada politisi untuk mewakili/memimpin mereka.

Maka, Bung Karno adalah pertemuan antara kedua hal itu, politisi dan seniman. Dan rakyatpun mencintainya, para pengidolanyapun sampai sekarang masih banyak dan memajang foto artist yg mereka kagumi, Bung Karno, di dinding rumah mereka. Namanyapun lebih dahulu diabadikan negara lain sebagai nama jalan, di Mesir, Pakistan bahkan sampai nama jalan di rusia.

Seni adalah bahasa universal. Di dunia yg lebih keras sekalipun, ternyata perlu ada seni. Lihatlah Muhammada Ali sang legenda tinju. Dia tak mau menkanvaskan segera lawanya, walaupun mungkin dia bisa. Dia buat ring tinju sebagai panggung seni, sehingga dia menggabungkan antara kemenangan dengan keindahan. Dia menang dengan indah, dia memuaskan para penonton dengan pertunjukan seni tinju. Beda dengan mike tyson, yang penting menang KO segera. Muhammad Ali, seorang petarung sekaligus seniman.

Sholahuddin Al Ayyubi, yang oleh orang barat sangat dihormati dan dikenal dengan Saladin, tak mau keburu menang dengan pasukan salib ketika sang raja Richard The Lion Heart sakit. Dia lebih memilih menyembuhkan Richard dahulu baru melanjutkan perang, agar kemenangan itu indah, karena Saladin yakin dia akan menang, maka dibuatlah kemenangan itu menjadi kemenangan yang indah. Bukan menang ketika musuhnya sedang sakit. Saladin, seorang pahlawan dan seniman perang yang namanya harum sampai sekarang.

Maka, siapakah yang akan mampu memenangi pertarungan politik 2014 nanti? Maka saya berkeyakinan, itu adalah partai yang nyeni. Siapakah presiden Indonesia 2014? Dia adalah politisi, pemimpin yang nyeni. Karena rakyat Indonesia adalah pecinta dan penikmat seni, mereka rindu sosok pemimpin yang berjiwa pahlawan dan seniman. []

Posted Maret 16, 2013 by Saproni M Samin in BUKU

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: