Lupa terhadap inti sesuatu, adalah lupa yang paling penting   1 comment

Seorang ayah kesal dengan anaknya yang selalu saja lupa membawa membawa sesuatu ketika sekolah. Kadang PR ketinggalan, kadang pulpen, kadang buku catatan, dan banyak lagi.

Akhirnya sang ayah memutuskan untuk mengawasi sang anak sebelum berangkat sekolah. Ia memberi check list pada sang anak, berisi daftar apa saja yang harus dibawa.
“Semua sudah siap?” tanya sang ayah
“Siap!” jawab sang anak yakin.

Berangkatlah sang ayah mengantar anaknya.
Untuk meyakinkan tidak ada yang lupa, sang ayah sambil menyetir, mengulang check list sang anak yang duduk disampingnya.
“Nak, kamu sudah masukkan PR ke dalam tas?”
“Sudah, Pak!”
“Pulpen, penggaris, busur, dan jangka siap?”
“Sudah, Pak”
“Kaos olah raga, sudah dimasukkan?”
“Sudah, Pak!”

Begitu terus sepanjang perjalanan.
Sang ayah berharap semoga saja setelah ini anaknya bisa belajar lebih disiplin.
Begitu sampai di gerbang sekolah, sang anak menengok kurisi belakang dan panik.
“Kenapa” tanya sang ayah
“Tasnya ketinggalan di rumah,” jawab sang anak nyengir.

Hikmah

Posted Juli 13, 2010 by Saproni M Samin in BUKU

One response to “Lupa terhadap inti sesuatu, adalah lupa yang paling penting

Subscribe to comments with RSS.

  1. He..he..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: