KEUTAMAAN MENCARI ILMU   2 comments

BACALAH DENGAN MENYEBUT NAMA TUHANMU YANG TELAH MENCIPTAKAN


I. Pengertian Ilmu
Al ‘Ilmu ( Ilmu ) berasal dari kata ‘alima – ya’lamu -‘ilman berarti mengetahui. Lawan katanya adalah al jahlu ( bodoh / tidak tahu ). Secara istilah ilmu adalah ma’rifah ( pengetahuan ) tentang sesuatu yang diketahui dzat ( esensi ), sifat dan makna sebagaimana adanya. Maksud dari sebagaimana adanya ( ma hua ‘alaihi ) adalah sesuatu yang dalam kenyataannya dan bentuk lahir dari sesuatu yang diketahui tersebut.
II. Dalil dari Al Quran dan Hadis
Artinya : “Adakah sama orang-orang yang mengetahui dengan orang-orang yang tidak mengetahui?” Sesunguhnya orang yang berakallah yang dapat menerima pelajaran. ( QS. Az Zumar : 9 )

Artinya : Sesungguhnya yang takut kepada Allah di antara hamba-hambaNya hanyalah ulama. Sesungguhnya Allah Maha Perkasa lagi Maha Pengampun. ( QS. Fathir : 28 )

Artinya : …niscaya Allah akan meninggikan orang-orang yang beriman diantaramu dan orang-orang yang diberi ilmu pengetahuan beberapa derajat…. ( QS. Al Mujadilah : 11 )
Ayat-ayat di atas cukuplah bagi kita mengetahui bahwa orang-oarang yang berilmu menempati posisi penting dalam kehidupan ini dan juga kelak di sisi Allah Swt.

Artinya : ….”Barangsiapa meniti suatu jalan untuk mencari ilmu, maka Allah memudahkan jalan baginya menuju Jannah”. ( HR. Ahmad )

Artinya : …..Barangsiapa yang Allah menghendaki suatu kebaikan pada dirinya, maka Dia memberinya pemahaman dalam masalah din….( HR. Bukhari )
III. Keutamaan Ilmu
Ibnu Abbas Radhiyallahu ‘Anhu berkata, “ Orang-orang yang berilmu mempunyai derajat, sebanyak tujuh ratus kali derajat di atas orang-orang mukmin. Jarak di antara dua derajat ini terbentang sejauh perjalanan selama lima ratus tahun.”
Dari Abu Umamah Radhiyallahu ‘Anhu dia berkata, “ Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam pernah ditanya tentang dua orang, yang satu ahli ibadah, dan satunya lagi orang yang berilmu. Maka beliau menjawab, “Kelebihan orang yang berilmu atas ahli ibadah sama dengan kelebihanku atas orang yang paling hina di antara kalian.”
Dalam hadits lain disebutkan :
Artinya : …”Baransiapa yang berjalan dalam rangka mencari ilmu maka Allah akan memberikan jalan menuju Jannah. Sessungguhnya para malaikat benar-benar meletakkan sayapnya kepada orang yang mencari ilmu, karena ridha terhadap apa yang dicarinya. Para penghuni langit dan bumi sampai hewan-hewan laut memohonkan ampunan dan rahmat baginya. Kelebihan orang yang berilmu atas ahli ibadah ialah seperti kelebihan rembulan pada malam purnama atas seluruh bintang-bintang. Sesungguhnya orang yang berilmu ( ulama ) adalah pewaris para nabi. Sedangkan para nabi tidak mewariskan dinar dan dirham, tetapi hanya mewariskan ilmu. Maka barangsiap yang mengambilnya ( ilmu ), berarti ia telah mengambil bagian yang banyak ( melimpah ).” (HR. At Tirmidzi)

Kelebihan-kelebihan atau keutamaan orang yang berilmu itu banyak disinggung dalam Al Quran, sebagaimana tertulis dalam buku “Buah Ilmu” di antaranya :
1.Tidak sama antara kebodohan dengan Ilmu.

Allah SWT menolak mensejajarkan orang-orang yang berilmu dengan orang-orang yang tidak berilmu, sebagaimana Dia juga menolak mensejajarkan pennghuni jannah dengan penghuni neraka. Allah berfirman yang artinya :

“Adakah sama orang-orang yang mengetahui dengan orang-orang yang tidak mengetahui?”(QS.Az Zumar:9)

Dalam ayat lain Allah berfirman yang Artinya :
“Tidak sama para penghuni jannah dengan penghuni neraka.”(QS.Al Hasyr:20)

2.Orang yang bodoh itu seperti orang yang buta.

artinya : “Adakah orang yang mengetahui bahwa apa yang diturunkan kepadamu dari rabbmu itu benar sama dengan orang yang buta?”
Jadi manusia itu hanya ada dua tipe : orang yang berilmu dan orang yang tidak berilmu atau diumpamakan dengan orang yang buta.

3. Orang yang berilmu adalah orang-orang yang takut kepada Allah .
Allah berfirman yang artinya:
“Sesungguhnya yang takut kepada Allah di antara hamba-hambaNya hanyalah ulama. Sesungguhnya Allah Maha Perkasa lagi Maha Pengampun. ( QS. Fathir : 28 )

4. Ilmu adalah nikmat Allah yang paling mulia
Allah berfirman yang Artinya :
“Dan Allah telah menurunkan Al Kitab dan hikmah kepadamu, dan telah mengajarkan kepadamu apa yang belum engkau ketahui, dan adalah karunia Allah itu sangat besar kepadamu.” ( QS. An Nisa’ : 113 )

5. Kebaikan Dua Kekuatan : Ilmu dan Pengamalan.
Allah berfirman yang artinya :
“ Demi masa. Sesungguhnya manusia itu benar-benar berada dalam kerugian, kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal saleh dan nasehat-menasehati supaya mentaati kebenaraan dan nasehat-menasehati supaya menetapi kesabaran.”( Q.S. Al-Ashr:1-3 ).

6. Ilmu Seperti Hujan.
Disebutkan dalam Shahih al-Bukhari dan Shahih Muslim,bahwa Rasulallah bersabda yang artinya kurang lebih:
”Sesungguhnya perumpamaan petunjuk dan ilmu yang diutus Allah kepadaku seperti hujan yang membasahi bumi. Ada bumi yang subur yang menerima air kemudian menumbuhkan rumput yang banyak. Ada bumi yang keras yang menahan air kemudian dengannya Allah memberi manfaat kepada manusia. Mereka meminum dari air tersebut, memberi minum hewan ternaknya, dan bercocok tanam. Hujan juga membasahi bumi yang lain, yaitu lembah yang tidak mampu menahan air dan menumbuhkan rumput. Demikianlah perumpamaan orang yang memahami agama Allah kemudian mendapat manfaat dari apa yang aku utus dengannya . Ia belajar dan mengajar . Dan itulah perumpaan orang yang tidak bisa diangkat kedudukannya oleh petunjuk Allah, dan tidak menerima petunjuk Allah yang aku diutus dengannya.” (H.R Bukhari-Muslim).

7. Ilmu adalah Ibadah
Ungkapan di atas maksudnya ialah bahwa cara terbaik untuk menyembah Allah ialah dengan mengetahui agama. Jadi upaya mempelajari ilmu adalah ibadah, seperti dikatakan Muadz bin Jabal ra, “Hendaklah kalian memperhatikan ilmu, karena mancari ilmu karena Allah adalah ibadah.
Dalam beribadah kepada Allah tiadalah yang lebih baik daripada ibadah yang didasari ilmu tentang agama, karena orang berilmu mengetahui tingkatan-tingkatan ibadah, yang membatalkan ibadah, ibadah-ibadah wajib, sunnah, dan apa saja yang menyempurnakan ibadah, dan apa saja yang menguranginya.

Posted November 24, 2009 by Saproni M Samin in syariah dan kehidupan

2 responses to “KEUTAMAAN MENCARI ILMU

Subscribe to comments with RSS.

  1. assalamualaikum wr wb .

    salam sejahtera selalu . .
    pak, saya mau tanya . kapan share bahan kuliah tentang
    “Iqra’ bismi robbika” ?

    trus tar bahan nya tuh di bawa in seletelah selesai UTS yah pak?

    terimakasih ..
    wassalam .

  2. Kisi-kisi mencari ilmu:
    1. Defenisi ilmu
    2. Dalil dari Al-qur`an dan Hadist
    3. Keutamaan ilmu

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: