KEPEMIMPINAN NABI YUSUF A.S   1 comment

بسم الله الرحمن الرحيم

 

 

 KEPEMIMPINAN NABI YUSUF A.S

 

 

 

            Kepemimpinan dalam Islam merupakan  tanggungjawab yang lahir dari hadits nabi SAW :

كلكم راع و كلكم مسؤل عن رعيته  

Artinya: Setiap kamu sekalian adalah pemimpin dan setiap pemimpin akan dimintai pertanggungjawabannya. [1]

Jadi secara global, kepemimpinan adalah menanggung tanggungjawab terhadap kelompok, sebagai mana digambarkan oleh ucapan Umar bin Abd Aziz: “Ketahuilah bahwa aku bukanlah yang terbaik diantara kamu sekalian akan tetapi aku adalah  seorang dari kamu sekalian hanya saja Allah telah menjadikanku sebagai orang yang paling berat bebannya di antara kamu sekalian.[2]

            Dari sini, kepemimpinan dalam pandangan Islam bukanlah  suatu kehormatan atau keberuntungan yang didapatkan seorang pemimpin yang selalu dielu-elukan dan dipuji tapi kepemimpinan adalah beban dan tanggungjawab berat. Disinilah rahasianya mengapa rasulullah menolak Abu Dzar ketika meminta jabatan dengan sabdanya: Wahai abu Dzar sesungguhnya kamu adalah lemah dan sesungguhnya kepemimpinan itu adalah amanah, ia akan menjadi kehinaan dan penyesalan pada hari kiamat kecuali bila ditunaikan secara sempurna.”

            Seorang pemimpin adalah orang yang mau bekerja, mampu membangkitkan semangat kerja dalam jiwa orang lain untuk mencapai tujuan tertentu secara bersama dengan memperhatikan proses kerja yang baik dengan memilih pelaksana-pelaksananya, melatihnya mendukungnya dan mengawasinya.[3]

 

Karakteristik seorang Pemimpin

 

            Karakteristik  yang harus dimiliki oleh seorang pemimpin kadang-kadang berbeda antara satu sama lainnya. Tholut seorang komandan tentara  membutuhkan kekuatan jasmani dan kekuatan menegerial seperti yang difirmankan Allah dalam surat Al Baqarah 247:

 

إِنَّ اللَّهَ اصْطَفَاهُ عَلَيْكُمْ وَزَادَهُ بَسْطَةً فِي الْعِلْمِ وَالْجِسْمِ

            Artinya :Sesungguhnya Allah telah memilihnya sebagai pemimpin ats akamu dan membeerinya bekal kekuatan jasmani dan kekuatan ilmu(termasuk menejerial)

 

            Sedangkan nabi Yusuf a.s.  yang menjadi bendahara negara  membutuhkan karekter beda yaitu sifat amanah dan kemampuan untuk bertanggungjawab sebagaimana diriwayatkan Al Quran surat Yusuf ayat 55:

 

قَالَ اجْعَلْنِي عَلَى خَزَائِنِ الْأَرْضِ إِنِّي حَفِيظٌ عَلِيمٌ(55)

Artinya: Berkata Yusuf: “Jadikanlah aku bendaharawan negara (Mesir); sesungguhnya aku adalah orang yang pandai menjaga, lagi berpengetahuan.”

 

            Tolok ukur utama  karakteristik kepemimpinan ini adalah ucapan Usamah r.a: Tidaklah dianggap pendapat orang yang tidak ditaati.[4]

            Seorang pemimpin  model ini harus mampu mengatur dirinya . Bila memenej dirinya saja tidak mampu maka bagaiamana bisa memenej orang lain. Bila ciri-ciri  ini semakin lengkap ppada seorang pemimpin berarti semakin kuatlah kharismatik dia  dalam memimpin. Allah SWT Memuji Nabi Ibrohim a.s. dalam surat An Nahl 120:

 

إِنَّ إِبْرَاهِيمَ كَانَ أُمَّةً قَانِتًا لِلَّهِ حَنِيفًا وَلَمْ يَكُ مِنَ الْمُشْرِكِينَ(120)

Artinya: Sesungguhnya Ibrahim adalah seorang imam yang dapat dijadikan teladan lagi patuh kepada Allah dan hanif. Dan sekali-kali bukanlah dia termasuk orang-orang yang mempersekutukan (Tuhan),

            Kata-kata (Ummatan) yang berarti  imam,   dalam ayat di atas menunjukkan  bahwa Ibrohim sebagai pemimpin mengumpulkan  berbagai sifat baik  yang ada pada beberpa orang banyak baik dalam kepribadiannya atau kemempuannya untuk mengarahkan dan membimbing orang lain.[5]

 

Sifat-sifat seorang pemimpin Pilihan:

 

Ada beberapa sifat yang perlu dimiliki oleh seorang pemimpin yang akan mampu membawa bangsa ini ke arah  kejayaan. Di antara sifat-sifat itu adalah:

Kemampuan untuk mengambil keputusan  benar pada waktu yang tepat, Keberanian  pribadi, Kemauan  kuat dan ketabahan, Bertanggung jawab, Pribadi yang tenang, baik dalam kemenangan atau kekalahan, Berpandangan jauh dan memiliki visi yang jujur, Mengetahui kejiwaan para anggota yang dipimpinnya, Saling mempercayai antara pemimpin dengan anggotanya, Saling mencintai  antara pemimpin dengan anggotanya, Kepribadian yang kuat dan berwibawa, Gesit, dan memiliki latar belakang yang cemerlang.[6]

 

Untuk mengangkat bangsa ini dari keterpurukan dan melepaskannya dari krisis multidimensional , kita memerlukan pemimpin yang alim (cendekiawan ulama) dan za’im atau seorang negarawan yang tidak mementingkan dirinya, keluarganya dan kelompoknya tapi negara dan bangsa menjadi pusat perhatiannya.

 

 

Kepemimpinan Nabi Yusuf  a.s.

 

Mengapa kita perlu mencermati Kisah kepemimpinan Nabi Yusuf a.s.:

  1. Allah telah menyatakan bahwa kisah dalam surat Yusuf ini diceritakan dengan baik agar kita tidak melupakannya (lih. Yusuf ayat 3)
  2. Dalam diri pribadi Yusuf dan saudara-saudaranya terdapat pelajaran bagi orang-orang yang mencarinya. (lihat surat Yusuf ayat 7)
  3. Nabi Yusuf a.s. sebalum mencapai kedudukannya sebagai pejabqat tinggi Mesir harus melalui berbagai ujian dan cobaan seperti: dibuang  oleh kakak-kakaknya ke sumur di gurun, dijadikan budak, digoda oleh istri tuannya dan ujian berat di dipenjara beberapa tahun. 
  4. Kondisi bangsa Mesir saat diangkatnya Nabi Yusuf a.s. sebagai pejabat tinggi, hampir sama dengan kondisi bangsa Indonesia saat ini yang dirundung krisis. Namun bangsa Mesir  dengan kepemimpinan Nabi Yusuf a.s. mampu menanggulangi krisis dengan cepat. 

 

Allah telah menggambarkan dalam Al quran  tentang perjalanan nabi Yusuf a.s. sejak kanak-kanak sampai menjadi seorang pejabat tinggi di Mesir. Sejak kecil beliau sudah memiliki berbagai kelebihan  yaitu telah dipilih oleh allah untuk menjadi seorang pemipin  dan Rasul dan diajari ta’wil mimpi. (lih Yusuf 6)

Pada kesempatan ini kita  akan mencermati berbagai sifat yang dimiliki oleh Nabi Yusuf sebagai pemimpin. Berikut ini  urian singkatnya:

 

Bebeberapa  sifat Nabi Yusuf sebagai pemimpin:

 

  1. Nabi Yusuf diberi hikmah dan ilmu

 

Allah berfirman:

 

وَلَمَّا بَلَغَ أَشُدَّهُ ءَاتَيْنَاهُ حُكْمًا وَعِلْمًا وَكَذَلِكَ نَجْزِي الْمُحْسِنِينَ(22)

Dan tatkala dia cukup dewasa, Kami berikan kepadanya hikmah dan ilmu. Demikianlah Kami memberi balasan kepada orang-orang yang berbuat baik. Yusuf 22)

 

  1. Nabi Yusuf  bersifat ukhrowi
  2. Nabi Yusuf berbudi tinggi
  3. Nabi Yusuf adalah orang yang ikhlas

 

Allah berfirman:

 

وَرَاوَدَتْهُ الَّتِي هُوَ فِي بَيْتِهَا عَنْ نَفْسِهِ وَغَلَّقَتِ الْأَبْوَابَ وَقَالَتْ هَيْتَ لَكَ قَالَ مَعَاذَ اللَّهِ إِنَّهُ رَبِّي أَحْسَنَ مَثْوَايَ إِنَّهُ لَا يُفْلِحُ الظَّالِمُونَ(23)وَلَقَدْ هَمَّتْ بِهِ وَهَمَّ بِهَا لَوْلَا أَنْ رَأَى بُرْهَانَ رَبِّهِ كَذَلِكَ لِنَصْرِفَ عَنْهُ السُّوءَ وَالْفَحْشَاءَ إِنَّهُ مِنْ عِبَادِنَا الْمُخْلَصِينَ(24)

Dan wanita (Zulaikha) yang Yusuf tinggal di rumahnya menggoda Yusuf untuk menundukkan dirinya (kepadanya) dan dia menutup pintu-pintu, seraya berkata: “Marilah kesini.” Yusuf berkata: “Aku berlindung kepada Allah, sungguh tuanku telah memperlakukan aku dengan baik.” Sesungguhnya orang-orang yang zalim tiada akan beruntung. Sesungguhnya wanita itu telah bermaksud (melakukan perbuatan itu) dengan Yusuf, dan Yusufpun bermaksud (melakukan pula) dengan wanita itu andaikata dia tiada melihat tanda (dari) Tuhannya. Demikianlah, agar Kami memalingkan daripadanya kemungkaran dan kekejian. Sesungguhnya Yusuf itu termasuk hamba-hamba Kami yang terpilih.

 

 

  1. Nabi Yusuf punya derajat tinggi di tengah masyarakat
  2. Nabi Yusuf a.s. bersifat amanah
  3. Nabi Yusuf pandai menjaga kekayaan negara
  4. Nabi Yusuf  berpengetahuan luas.

 

Semua cirri-ciri ini digambarkan dlam dua ayat berikut.:

 

وَقَالَ الْمَلِكُ ائْتُونِي بِهِ أَسْتَخْلِصْهُ لِنَفْسِي فَلَمَّا كَلَّمَهُ قَالَ إِنَّكَ الْيَوْمَ لَدَيْنَا مَكِينٌ أَمِينٌ(54)قَالَ اجْعَلْنِي عَلَى خَزَائِنِ الْأَرْضِ إِنِّي حَفِيظٌ عَلِيمٌ(55)

 

Dan raja berkata: “Bawalah Yusuf kepadaku, agar aku memilih dia sebagai orang yang rapat kepadaku”. Maka tatkala raja telah bercakap-cakap dengan dia, dia berkata: “Sesungguhnya kamu (mulai) hari ini menjadi seorang yang berkedudukan tinggi lagi dipercaya pada sisi kami”.Berkata Yusuf: “Jadikanlah aku bendaharawan negara (Mesir); sesungguhnya aku adalah orang yang pandai menjaga, lagi berpengetahuan.” (Q.S. Yusuf 54-55)

 

 

  1. Nabi Yusuf adalah pemimpin  yang pandai memberi solusi

 

Allah berfirman:

يُوسُفُ أَيُّهَا الصِّدِّيقُ أَفْتِنَا فِي سَبْعِ بَقَرَاتٍ سِمَانٍ يَأْكُلُهُنَّ سَبْعٌ عِجَافٌ وَسَبْعِ سُنْبُلَاتٍ خُضْرٍ وَأُخَرَ يَابِسَاتٍ لَعَلِّي أَرْجِعُ إِلَى النَّاسِ لَعَلَّهُمْ يَعْلَمُونَ(46)قَالَ تَزْرَعُونَ سَبْعَ سِنِينَ دَأَبًا فَمَا حَصَدْتُمْ فَذَرُوهُ فِي سُنْبُلِهِ إِلَّا قَلِيلًا مِمَّا تَأْكُلُونَ(47)ثُمَّ يَأْتِي مِنْ بَعْدِ ذَلِكَ سَبْعٌ شِدَادٌ يَأْكُلْنَ مَا قَدَّمْتُمْ لَهُنَّ إِلَّا قَلِيلًا مِمَّا تُحْصِنُونَ(48)ثُمَّ يَأْتِي مِنْ بَعْدِ ذَلِكَ عَامٌ فِيهِ يُغَاثُ النَّاسُ وَفِيهِ يَعْصِرُونَ(49)

Artinya: (Setelah pelayan itu berjumpa dengan Yusuf dia berseru): “Yusuf, hai orang yang amat dipercaya, terangkanlah kepada kami tentang tujuh ekor sapi betina yang gemuk-gemuk yang dimakan oleh tujuh ekor sapi betina yang kurus-kurus dan tujuh bulir (gandum) yang hijau dan (tujuh) lainnya yang kering agar aku kembali kepada orang-orang itu, agar mereka mengetahuinya.” Yusuf berkata: “Supaya kamu bertanam tujuh tahun (lamanya) sebagaimana biasa; maka apa yang kamu tuai hendaklah kamu biarkan dibulirnya kecuali sedikit untuk kamu makan. Kemudian sesudah itu akan datang tujuh tahun yang amat sulit, yang menghabiskan apa yang kamu simpan untuk menghadapinya (tahun sulit), kecuali sedikit dari (bibit gandum) yang kamu simpan. Kemudian setelah itu akan datang tahun yang padanya manusia diberi hujan (dengan cukup) dan di masa itu mereka memeras anggur.” ( Yusuf 46-49)

 

  1. Nabi Yusuf  a.s. orang yang jujur.

 

Allah menggambarkan hal itu sbb.:

قَالَتِ امْرَأَةُ الْعَزِيزِ الْآنَ حَصْحَصَ الْحَقُّ أَنَا رَاوَدْتُهُ عَنْ نَفْسِهِ وَإِنَّهُ لَمِنَ الصَّادِقِينَ(51)

 Artinya: Berkata isteri Al Aziz: “Sekarang jelaslah kebenaran itu, akulah yang menggodanya untuk menundukkan dirinya (kepadaku), dan sesungguhnya dia termasuk orang-orang yang benar.”

 

  1. Nabi Yusuf  aa.s. senantiasa berbuat ihsan  dan taqwa.

 

Allah berfirman:

وَكَذَلِكَ مَكَّنَّا لِيُوسُفَ فِي الْأَرْضِ يَتَبَوَّأُ مِنْهَا حَيْثُ يَشَاءُ نُصِيبُ بِرَحْمَتِنَا مَنْ نَشَاءُ وَلَا نُضِيعُ أَجْرَ الْمُحْسِنِينَ(56)وَلَأَجْرُ الْآخِرَةِ خَيْرٌ لِلَّذِينَ ءَامَنُوا وَكَانُوا يَتَّقُونَ(57)

 

Dan demikianlah Kami memberi kedudukan kepada Yusuf di negeri Mesir; (dia berkuasa penuh) pergi menuju ke mana saja yang ia kehendaki di bumi Mesir itu. Kami melimpahkan rahmat Kami kepada siapa yang Kami kehendaki dan Kami tidak menyia-nyiakan pahala orang-orang yang berbuat baik. Dan sesungguhnya pahala di akhirat itu lebih baik, bagi orang-orang yang beriman dan selalu bertakwa.

 

  1. Nabi Yusuf a.s.  senantiasa menegakkan keadilan;

 

Allah menggambarkannya sbb.:

قَالَ مَعَاذَ اللَّهِ أَنْ نَأْخُذَ إِلَّا مَنْ وَجَدْنَا مَتَاعَنَا عِنْدَهُ إِنَّا إِذًا لَظَالِمُونَ(79)

Artinya: Berkata Yusuf: “Aku mohon perlindungan kepada Allah daripada menahan seorang, kecuali orang yang kami ketemukan harta benda kami padanya, jika kami berbuat demikian, maka benar-benarlah kami orang-orang yang zalim”.(Q.S Yusuf 79)

 

 

Itulah beberapa sifat yang dimiliki Nabi Yusuf sebagai pemimpin negara. Mudah-mudahan kita bisa memiliki pemimpin yang  mempu mengangkat bangsa ini dari krisis.

 

Wallahu a’lamu bis showab



[1] Lihat Shohih Al jami’ as Shoghir. Diriwayatkan oleh: Al Hakim, Al Baihaqy, Abu Daud dan turmudzi dari Ibnu Umar r.a.

[2] Lihat. At Thobaqoot al Kubro karangan Muhammad bin  Sa’d Juz V hal 340.

[3] Lihat. Al Qiyadah karangan Jaim bin Muhammad bin Muhalhil al Yasiin, Penerbit Daarud d’wah Al Kuwait, hal.19

[4] Ibnu al Qyyim, Zaadul Ma’aad fi Hadyi Khairil Ibaad karangan Ibnu al Qoyim juz III hal 361.

[5] Ibnu al Qoyyim al jauziyyah, Miftah daris Sa’adah wa mansyur wilaayat al ilmi wal idarah, juz II hal 31. Dikutip oleh Jasim Muhalhil ibid. p. 23

[6] Ahmad Rotib ‘Armusy, Qiyaadatur Rasul assiyasiyyah wal ‘askariyyah,Penerbit Daarun Nafaais, Beirut, Libanon Cet I thn 1409/1989 hal.156-157

Posted April 24, 2008 by Saproni M Samin in Renungan

One response to “KEPEMIMPINAN NABI YUSUF A.S

Subscribe to comments with RSS.

  1. Luar biasa! Artikel yang sangat lengkap dan mendalam untuk ukuran sebuah posting blog. Saya salut, teruskan supaya saya bisa belajar di blog ini. Terima kasih.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: