PENAMPILAN WANITA DI MUKA UMUM   Leave a comment

PENAMPILAN WANITA

DI DEPAN UMUM

 

 

Pendahuluan

 

            Islam menganjurkan kaum muslimin agar berpenampilan beda dan istimewa di tengah-tengah umat manusia, baik dalam pakaian, penampilan, tingkah laku, maupun pekerjaan, supaya menjadi uswah hasanah (suri teladan). Hal ini menjadikan kaum muslimin layak memikul risalah Islam yang agung bagi seluruh umat manusia. Predikat ini erat kaitannya dengan status kaum muslimin sebagai umat terbaik. Berpenampilan baik dan indah dalam Islam sangat ditekankan khususnya kepada wanita.

Wanita dalam Islam sangat dimuliakan. Wanita mempunyai hak dan kedudukan yang sama dengan laki-laki di sisi Allah Swt.

Firman Allah Swt, “Sesungguhnya laki-laki dan perempuan yang tetap dalam ketaatan, laki-laki dan perempuan yang benar, laki-laki dan perempuan yang sabar, laki-laki dan perempuan yang khusyu, laki-laki dan perempuan yang bersedekah, laki-laki dan perempuan yang puasa, laki-laki dan perempuan yang memelihara kehormatannya dan laki-laki dan perempuan yang banyak dzikrullah (menyebut Allah Swt), Allah Swt menyediakan untuk mereka ampunan dan pahala yang besar.” (Q.S. Al-Ahzab : 35)

Firman Allah Swt, “Barangsiapa yang mengerjakan amal saleh baik laki-laki maupun perempuan dalam keadaan beriman, maka sesungguhnya akan Kami berikan kepadanya kehidupan yang baik dan sesungguhnya akan Kami beri balasan kepada mereka dengan pahala yang lebih baik dari yang mereka kerjakan.” (Q.S. An-Nahl : 97)

            Walaupun demikian, dalam hal penampilan; laki-laki dan wanita tetap berbeda dengan aturan yang berbeda pula. Aurat laki-laki dan wanita juga berbeda. Oleh karena itu mari kita membahas tentang penampilan wanita di muka umum, yang sering bersangkut paut dengan hukum dan adab/akhlak. Sebelum mari kita bahas tentang kewajiban umum wanita yang hampir sama dengan laki-laki.

Wanita sangat diharapkan berperan dalam menciptakan masyarakat yang memiliki karakter umat terbaik. Diantara karakter tersebut sebagai berikut;

Ø      mengakui dan mengenal baik tentang Allah Swt.

Ø      menjaling kasih dan mencintai Allah Swt.

Ø      amanah dan penuh tanggung jawab atas penganugerahan kekuasaan, harta dan segala nikmat lainnya.

Ø      mengabdi kepada Allah Swt. dengan penuh ketulusan; baik dalam kaitan dengan ibadah mahdhah (ritual murni) atau pun ibadah dalam makna yang luas.

Ø      Selalu menjalin komunikasi dengan Allah Swt.  memohon pertolongan dari-Nya dan antar mereka sendiri saling tolong menolong dalam kebaktian dan ketakwaan.

Ø      berupaya menciptakan komunitas umat yang dipenuhi segala macam nikmat khususnya nikmat keimanan, ketakwaan, pengorbanan dan keshalihan.

Ø      Berupaya menghindar dari segala faktor dan peluang yang bisa mendatangkan keburukan, kesengsaraan, kemurkaan Allah Swt. dan kesesatan.

 

Dalam usaha tampil di depan publik dan ikut berpartipasi dalam membangun umat, wanita diatur oleh batasan-batasan syariat yang merupakan rahmat bagi wanita dan menjaganya dari segala praktik eksploitasi dari siapapun.

 

Hukum dan Adab Wanita Bekerja Dan Tampil Di Muka Umum

 

Pada dasarnya wanita dibolehkan untuk bekerja dengan ketentuan hukum syariat sebagai berikut;

 

1.   Harus menutup aurat secara sempurna. Hal ini hukumnya adalah wajib. Sedangkan aurat muslimah yang wajib ditutup adalah seluruh tubuhnya kecuali wajah dan kedua telapak tangan. Hal ini tidak boleh ditawar-tawar dan tidak ada keringanan dalam kewajiban ini, selain kondisi-kondisi darurat, yang diizinkan hanya seperlunya. Dalam kondisi sekarang dimana tidak ada lagi larangan menutup aurat /memakai jilbab di kantor-kantor atau kampus maka tidak ada darurat untuk membuka aurat.

2.   Wanita bekerja hukumnya boleh dengan syarat memperhatikan dan menjaga batas-batas atau adab  Islam, yaitu tidak ikhtilath (berbaur antara lelaki dan perempuan), tidak membuka aurat, tidak kholwah (berdua dengan lelaki) dan terhindar dari fitnah.

3.   Dalam kondisi normal, di depan umum yang kumpulan orang-orangnya terdiri dari jenis laki-laki dan wanita; yang seharusnya tampil adalah orang laki-laki. Dalam kondisi tertentu, yakni bila ada kebutuhan obyektif baik dalam skala umum atau dalam ruang lingkup khusus dan tidak ada yang dapat melakukannya melainkan wanita, maka wanita bersangkutan boleh tampil di depan umum; baik untuk menyampaikan da’wah atau memberikan pelajaran dengan memperhatian ketentuan-ketentuan Islam dan adab-adab berikut yaitu :

A. Mengenakan Pakaian  yang Menutup Aurat

يأيها النبى قل لأزواجك وبناتك  ونساء المؤمنين يدنين عليهن من جلابيهن ..   الآية

“Hai Nabi, katakanlah kepada istri-istrimu, anak-anak perempuanmu dan istri-istri orang-oarang beriman, hendaklah mereka mengulurkan jilbabnya keseluruh tubuh mereka”(QS Al Ahzaab 27).

B.     Tidak Tabarruj atau Memamerkan Perhiasan dan Kecantikan

ولا تبرجن تبرج الجاهلية الأولى

Artinya:” Janganlah memamerkan perhiasan seperti orang jahiliyah yang pertama” (QS Al Ahzaab 33)

 

 

 

C.     Tidak Melunakkan, Memerdukan atau  Mendesahkan Suara

فلا تخضعن بالقول فيطمع الذي قى قلبه مرض وقلن قولا معروفا

“Janganlah kamu  tunduk dalam berbicara (melunakkan dan memerdukan suara atau sikap yang sejenis) sehingga berkeinginanlah orang yang ada penyakit dalam hatinya, dan ucapkanlah perkataan yang baik” (QS Al Ahzaab 32).

D.     Menjaga Pandangan.

قل للمؤمنين يغضوا من أبصارهم ويحفظوا فروجهم ذلك أزكى لهم ان الله خبير بما يصنعون  وقل للمؤمنات يغضضن من ابصارهم ويحفظن  فروجهن … الاية

   “Katakanlah pada orang-orang laki-laki beriman: Hendaklah mereka menahan pandangannya,dan memelihara kemaluannya yang demikian itu adalah lebih suci bagi mereka sesungguhnya Allah maha mengetahui apa yang mereka perbuat. Dan katakanlah kepada wanita-wanita yang beriman : Hendaklah mereka menahan pandangannya dan memelihara kemaluannya ……..”(QS An Nuur 30-31)

E.      Aman dari Fitnah.

 

Fitnah sangat kejam. A’isyah r.a. pun pernah difitnah oleh kaum munafikin berbuat senonoh dengan seorang shahabat Shafwan. Peristiwa ini dikenal dalam sejarah dengan ‘haditsul ifki’. Fitnah sempat mengguncang rumah tangga Rasulullah Saw.  Oleh karena itu bila wanita tampil di depan umun lebih mengundang fitnah daripada manfaat yang diperoleh, lebih baik tidak tampil. Allah Swt. berfirman;

 

و قرن فى بيوتكن …

Dan tetaplah berada di rumah-rumah kalian… (dan janganlah banyak keluar darinya). (Q.S. al-Ahzab: 33) 

Perkara-perkara di atas sudah merupakan ijma’ ulama.

Dengan demikian wanita harus memperhatikan. Jangan sampai melanggarnya sehingga menyesal kemudian tak berguna lagi. Apalagi kalau menyesalnya baru di neraka, karena penyesalan pada saat itu tidak bermanfaat apa-apa. Diantara penyebab penyesalan ahli neraka adalah sebagai berikut;

v                       karena tuli, tidak mau mendengar dan tidak mau menggunakan akal, sehingga mereka menutup pintu masuknya kebenaran dan hidayah. (QS. Al-Mulk : 10)

v                       karena tertipu oleh bujukan dan konspirasi petinggi dan pemimpin yang  menyesatkan, sedangkan faktanya pemimpin itu cuma mengeksploitasi dan memanfaatkan mereka,  kemudian mereka berlepas tangan dan tak mampu bertanggung jawab apa-apa di hadapan pengadilan Allah di akhirat. (QS.Ibrahim : 21, dan Ghafir : 47)

v                       karena mencintai dan mengambil sekutu-sekutu selain Allah, sedangkan sekutu-sekutu tersebut berlepas tangan dari mereka kelak ketika diazab di akherat (QS. Al-Baqoroh : 165-167)

v                       karena tertipu rayuan syaetan, padahal syaetan menjanjikan suatu kebohongan dan kesesatan, bahkan jelas-jelas sebagai musuh yang benar-benar harus diperangi (QS. Al-Baqoroh : 168-169, Ibrahim : 22, Fathir : 6)

v     karena tidak shalat, tidak memberi makan orang miskin, ringan tangan berbuat kebatilan dan mendustakan hari pembalasan (QS. Al-Muddatsir : 42-46)

 

Jadi bila anda seorang wanita berhati-hatilah dengan peringatan Allah Swt. di atas. Karena banyak sekali wanita yang  telah terjerat dalam lingkaran syaitan dan ekploitasi media massa dengan penampilan-penampilan yang norak dan seronok di televisi, panggung hiburan, tempat-tempat umum dan lain-lain. Bila telah terperangkap syaitan sangat susah untuk bertaubat. Kasusnya banyak terjadi saat ini.

Posted April 17, 2008 by Saproni M Samin in syariah dan kehidupan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: