situs porno? china aja ngeblokir   Leave a comment

Guna meredam pornografi, baru-baru ini Chinamengumkan telah menutup 199 ribu website.  Nampaknya, China lebih mampu dibanding Indonesia

Hidayatullah.com–China mengumumkan telah menutup 44.000 situs internet dan menahan lebih dari delapan ratus orang tahun lalu, dalam upaya pemerintah untuk meredam pornografi internet.

Media resmi China juga melaporkan hampir dua ribu orang dikenakan hukuman yang tidak dijelaskan, dan operasi itu akan terus berlanjut sampai berakhirnya Olimpiade Beijing tahun ini.

Sebagaimana dikutip BBC,  data resmi menunjukkan China memiliki sekitar dua ratus juta pengguna internet, paling banyak di dunia, kecuali Amerika Serikat. China memiliki sekitar 200 juta pengguna internet pada 2007

Namun, kebijakan Beijing terhadap internet sangat berbeda.

Puluhan ribu orang dikerahkan untuk menyensor isi internet dan menyaring jaringan-jaringan internet.

Sekitar 199.000 situs didaftarkan pada pemerintah tahun lalu, namun sekitar 14 ribu lainnya tidak memiliki akses ke intenet karena tidak mendapatkan izin resmi.

Masalah sosial

Pernyataan itu berasal dari hasil pertemuan sejumlah institusi pemerintah yang menyebutkan, sumber-sumber pornografi berasal dari luar negeri, dan China dianggap sebagai lahan untuk berkembangnya situs porno.

Pemerintah China menganggap pornografi sebagai masalah sosial besar yang harus ditangani.

Upaya meredam situs porno ini dipusatkan pada mereka yang meraup keuntungan dengan menyebarkan pornografi melalui internet dan telpon seluler, operator situs porno di luar negeri serta pengguna internet di China.

Namun para pegiat hak asasi menuduh pemerintah menggunakan operasi itu untuk menutupi langkah menekan pembangkang politik menjelang Olimpiade di Beiing bulan Agustus mendatang. [bbc/www.hidayatullah.com]

Guna meredam pornografi, baru-baru ini Chinamengumkan telah menutup 199 ribu website. Nampaknya, China lebih mampu dibanding Indonesia Hidayatullah.com–China mengumumkan telah menutup 44.000 situs internet dan menahan lebih dari delapan ratus orang tahun lalu, dalam upaya pemerintah untuk meredam pornografi internet. Media resmi China juga melaporkan hampir dua ribu orang dikenakan hukuman yang tidak dijelaskan, dan operasi itu akan terus berlanjut sampai berakhirnya Olimpiade Beijing tahun ini. Sebagaimana dikutip BBC, data resmi menunjukkan China memiliki sekitar dua ratus juta pengguna internet, paling banyak di dunia, kecuali Amerika Serikat. China memiliki sekitar 200 juta pengguna internet pada 2007 Namun, kebijakan Beijing terhadap internet sangat berbeda. Puluhan ribu orang dikerahkan untuk menyensor isi internet dan menyaring jaringan-jaringan internet. Sekitar 199.000 situs didaftarkan pada pemerintah tahun lalu, namun sekitar 14 ribu lainnya tidak memiliki akses ke intenet karena tidak mendapatkan izin resmi. Masalah sosial Pernyataan itu berasal dari hasil pertemuan sejumlah institusi pemerintah yang menyebutkan, sumber-sumber pornografi berasal dari luar negeri, dan China dianggap sebagai lahan untuk berkembangnya situs porno. Pemerintah China menganggap pornografi sebagai masalah sosial besar yang harus ditangani. Upaya meredam situs porno ini dipusatkan pada mereka yang meraup keuntungan dengan menyebarkan pornografi melalui internet dan telpon seluler, operator situs porno di luar negeri serta pengguna internet di China. Namun para pegiat hak asasi menuduh pemerintah menggunakan operasi itu untuk menutupi langkah menekan pembangkang politik menjelang Olimpiade di Beiing bulan Agustus mendatang. [bbc/www.hidayatullah.com]

Posted Maret 26, 2008 by Saproni M Samin in suara

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: