Manusia Makhluk Yang Di Muliakan   Leave a comment

Oleh : Dr Saproni M Samin,Lc,MEd

Ketika Allah menciptakan manusia, ia adalah makhluk yang sempurna dari sisi bentuk. Hal ini dapat kita lihat pada ayat Allah :

Sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia dalam bentuk yang sebaik-baiknya.(QS. At Tin:4).

Lebih dari pada itu, ia adalah makhluk yang di muliakan di banding makhluk-makhluk Allah lainnya semisal golongan malaikat dan jin. Ini tergambar dengan jelas tatkala Allah memberikan kelebihan kepada makhluk yang bernama manusia sehingga golongan malaikat dan jin pun kemudian Allah perintahkan untuk sujud bukti penghormatan kepada Adam.

Dan (ingatlah) ketika Kami berfirman kepada Para Malaikat: “Sujudlah kamu kepada Adam,” Maka sujudlah mereka kecuali Iblis; ia enggan dan takabur dan adalah ia Termasuk golongan orang-orang yang kafir.(QS. Al-Baqarah:34)

Sujud di sini berarti menghormati dan memuliakan Adam, bukanlah berarti sujud memperhambakan diri, karena sujud memperhambakan diri itu hanyalah semata-mata kepada Allah.

Manusia, siapapun ia, telah mendapatkan kemuliaan yang di sematkan Allah pada dirinya, bahkan lautan dan sungai-sungai Ia tundukkan untuk manusia.

Allah-lah yang telah menciptakan langit dan bumi dan menurunkan air hujan dari langit, kemudian Dia mengeluarkan dengan air hujan itu berbagai buah-buahan menjadi rezki untukmu; dan Dia telah menundukkan bahtera bagimu supaya bahtera itu, berlayar di lautan dengan kehendak-Nya, dan Dia telah menundukkan (pula) bagimu sungai-sungai.(QS.Ibrahim:32).

Bahkan tidak tanggung-tanggung, Alam semesta Ia tundukkan untuk manusia sebagai bukti rahmat Allah kepadanya.

Dan Dia telah menundukkan untukmu apa yang di langit dan apa yang di bumi semuanya, (sebagai rahmat) daripada-Nya. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda (kekuasaan Allah) bagi kaum yang berfikir.(QS.Al Jatsiyah:13).

Dalam ayat lain, Allah menegas kemuliaan yang Ia berikan kepada makhluknya yang bernama manusia . mari sama-sama kita simak ayat yang termakstub dalam surat Al Isro’

”Dan Sesungguhnya telah Kami muliakan anak-anak Adam, Kami angkut mereka di daratan dan di lautan, Kami beri mereka rezki dari yang baik-baik dan Kami lebihkan mereka dengan kelebihan yang sempurna atas kebanyakan makhluk yang telah Kami ciptakan”.

Penghormatan ini tidaklah di khususkan untuk kaum muslimin saja, ia menyeluruh kepada umat manusia secara umum. Bagaimana Allah menjaga kehormatan seorang kafir yang ia bernaung dalam kekuasaan kaum muslimin, serta ia hidup damai dan berdampingan, atau yang di sebut sebagai kafir Dzimmi. Dalam haditsnya Rosulullah Saw bersabda yang di riwayatkan oleh Ibrahim Muhammad Ath Thoroblusi dalam kitabnya Al Kasyful Hatsits:

Barang siapa menyakiti seorang kafir dzimmi, maka saya adalah musuhnya (dengan sanad Bukhori serta Muslim).

Kita bisa melihat bagaimana Allah juga mengharuskan kepada kaum muslimin untuk berlaku baik bahkan berlaku kepada orang kafir sekalipun selama ia tidak menampakkan dengan nyata permusuhannya kepada kaum muslimin.

Allah tidak melarang kamu untuk berbuat baik dan Berlaku adil terhadap orang-orang yang tiada memerangimu karena agama dan tidak (pula) mengusir kamu dari negerimu. Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang Berlaku adil. Sesungguhnya Allah hanya melarang kamu menjadikan sebagai kawanmu orang-orang yang memerangimu karena agama dan mengusir kamu dari negerimu, dan membantu (orang lain) untuk mengusirmu. dan Barangsiapa menjadikan mereka sebagai kawan, Maka mereka Itulah orang-orang yang zalim.(QS. Al Mumtahanah:8-9).

Hukum-hukum ini adalah hukum secara umum tentang bagaimana Islam adalah benar-benar menjadi rahmat sekalian alam. Seorang muslim tidaklah menyakiti orang lain selama ia tidak melakukan kedzoliman atau keaniayaan.

Namun jika telah melakukan kedzoliman maka balasannya adalah dengan menghentikan kedzoliman tersebut. Dalam hadits di sebutkan :

“Tolonglah saudaramu dzolim atau di dzolimi”. Maka berkatalah seseorang:”wahai Rasulallah, aku menolongnya jika ia terdzolimi, jika ia dzolim bagaimana aku hendak menolongnya?”.Rasul bersabda:”engkau cegah ia dari berlaku dzalim, sesungguhnya itu adalah cara menolongnya.(HR.Imam Bukhari).

Dari Abu Dzar Ra, dari Rosulullah SAW yang di riwayatkan dari Allah Tabaroka wataala, sesungguhnya Ia berfirman: “Wahai Hambaku sesungguhnya Aku haramkan atas diriKu kedzoliman, dan aku haramkan diantara kalian, maka janganlah saling mendzolimi.(HR.Imam Muslim).

Jika dalil-dalil di atas menunjukan bagaimana Allah memberikan kemuliaan kepada manusia meskipun tidak berIslam. Di bawah ini akan kami terterakan bagaimana Allah memeberikan kemulian kepada kaum muslimin. Ini semua agar kita sebagai kaum muslimin, tidak semena-mena terhadap saudara kita sesama muslim, barang siapa yang menyakiti saudara seiman, sesungguhnya ia memaklumatkan peperangannya dengan Allah Swt.

Allah Memuliakan Darah, Harta dan Harga Diri Kaum Muslimin.
Dalam khutbah haji wada’. Salah satu pernyataan penting Nabi Muhammad Saw, untuk umat Islam adalah sebagai berikut:

”Ketahuilah oleh kalian semua, sesungguhnya darah-darah kalian, harta-harta kalian, kehormatan-sehormatan kalian, adalah di muliakan atas kalian semua, seperti di muliakannya hari (arafah) ini, dan seperti di muliakannya bulan(dzulhijjah) ini, dan seperti dimuliakannya negeri (mekkah) ini”.(HR. Baihaqi, Ahmad, Ibnu Huzaimah dll).

Bahkan ketika seseorang mengatakan dua kalimah syahadat , maka dengan otomatis Allah memberikan keistimewaan kepadanya di dunia, meskipun boleh jadi ia adalah orang munafik yang hanya berkata-kata saja di lisan tapi mengingkari dalam hati.Mari kita perhatikan kisah berikut ini.

Dikisahkan dari Zaid bin Haritsah, ia berkata :”Kami diutus Rasulullah ke Hurqoh dari Juhaenah. Maka kami sergap mereka di pagi hari, dan tatakala itu saya serta seorang dari kalangan Anshor memergoki seorang laki-laki dan tatakala kami mengepungnya, ia katakan la ilaha illallah, maka orang anshor tadi menahannya dan aku tombak ia dengan tombakku sehingga mati. Tatakala kami sampai kepada Rosulullah. Berkata Rosulullah:”wahai Usamah, adakah kau membunuhnya setelah ia mengatakan la ilaha illallah?, maka aku berkata : wahai Rosulullah, sesungguhnya ia hanya upaya untuk cari selamat saja. kembali Rasulullah mengatakan: “adakah kau membunuhnya setelah ia mengatakan la ilaha Illallah? Terus saja beliau mengatakan itu kepadaku sehingga aku mengharapkan kalaulah kiranya pada saat kejadian itu aku belum berIslam.(HR.Muslim)

Parameter Kebenaran Keislaman Seseorang
Begitulah Islam mendudukkan seorang muslim dengan penuh kehormatan, sehingga tidak di perkenan kan sedikitpun untuk menyakitinya selama ia tidak berlaku dzolim. Bahkan ini menjadi satu parameter tersendiri untuk melihat baik tidaknya keislaman seseorang. Dalam salah satu Hadits Rosulullah pernah bersabda :

Seorang (dikatakan) muslim apabila muslim-muslim lainnya selamat dari lisan dan tangannya.(HR.Bukhari Muslim).

Oleh karenanya sangat di fahami ketika kemudian Allah mengatakan bahwa :
“Orang-orang beriman itu Sesungguhnya bersaudara. sebab itu damaikanlah (perbaikilah hubungan) antara kedua saudaramu itu dan takutlah terhadap Allah, supaya kamu mendapat rahmat”.

“Hai orang-orang yang beriman, janganlah sekumpulan orang laki-laki merendahkan kumpulan yang lain, boleh Jadi yang ditertawakan itu lebih baik dari mereka. dan jangan pula sekumpulan perempuan merendahkan kumpulan lainnya, boleh Jadi yang direndahkan itu lebih baik. dan janganlah suka mencela dirimu sendiri dan jangan memanggil dengan gelaran yang mengandung ejekan. seburuk-buruk panggilan adalah (panggilan) yang buruk sesudah iman dan Barangsiapa yang tidak bertobat, Maka mereka Itulah orang-orang yang zalim”.

“Hai orang-orang yang beriman, jauhilah kebanyakan purba-sangka (kecurigaan), karena sebagian dari purba-sangka itu dosa. dan janganlah mencari-cari keburukan orang dan janganlah menggunjingkan satu sama lain. Adakah seorang diantara kamu yang suka memakan daging saudaranya yang sudah mati? Maka tentulah kamu merasa jijik kepadanya. dan bertakwalah kepada Allah. Sesungguhnya Allah Maha Penerima taubat lagi Maha Penyayang.”(QS.Al Hujurat:10-12).

Dalam haditsnya Rosulullah saw bersabda: ”Jadilah kalian semua sebagai hamba Allah yang bersaudara. Seorang muslim adalah saudara muslim yang lainnya tidak mendzolimi, tidak memperdayainya, tidak pula melecehkannya.

Ketakwaan itu disini – dan Rasulullah menunjukkan kedadanya sebanyak tiga kali-. Cukuplah bagi seorang muslim di katakana melakukan kejahatan jika ia merendahkan saudaranya muslim. Setiap muslim atas muslim yang lainnya haram darahnya, hartanya dan kehormatanya”.(HR.Muslim).

Dengan tegas di katakan dalam hadits ini bahwa menyakiti hatinya saja adalah haram hukumnya disisi Allah, apalagi sampai menyakiti fisik. Terlebih lagi jika sampai ia membunuhnya.

Hukum Qishos
Dalam hukum qishos ini kita akan melihat bagaimana Allah menjaga sekali jiwa seorang muslim. Dalam hokum fikih di terangkan

1. Jika membunuh seorang muslim dengan sengaja maka hukumannya adalah nyawa di bayar dengan nyawa, artinya si pembunuh harus di bunuh. Tidak ada hokum lain selain itu.

2. Jika seseorang membunuh seorang muslim dengan tanpa sengaja, maka ia harus membayar tebusan yang di sebut dengan diyat. Batasan diyat adalah 100 ekor unta, atau membebaskan budak, atau berpuasa 2 bulan berturut-turut tanpa ada putus.

Kesimpulan
Sebagai kesimpulannya, bahwa :
1. Allah memuliakan anak manusia, siapapun ia, apapun agamanya, selama ia tidak melakukan kedzoliman. Allah menghormati hak-hak mereka.

2. Allah mengharamkan menyakiti orang muslim
a. Tidak boleh mempermalukannya.
b. Apalagi melukai dan menyakiti hatinya.
c. Apalagi menyakiti fisiknya.
d. Apalagi membunuhnya.

Wallahu a’lam bishowab.***
Dr Saproni M Samin,Lc,MEd adalah pengurus MUI R

Posted September 30, 2012 by Saproni M Samin in syariah dan kehidupan

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d blogger menyukai ini: